Kasus Influenza Naik Jelang Akhir Tahun: Kata Kemenkes hingga Dorongan DPR

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Perempuan Flu. Foto: Pormezz/Shutterstock

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memantau peningkatan kasus influenza-like illness (ILI) dan Influenza A nan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Meski demikian, Kemenkes memastikan situasi secara nasional tetap terkendali dan belum menunjukkan adanya lonjakan tajam.

​Pemerintah menyebut kenaikan kasus influenza tersebut berangkaian dengan aspek musiman serta kondisi lingkungan di beberapa daerah. Menanggapi perkembangan tersebut, DPR RI meminta pemerintah menjamin kesiapan obat, memantau kepadatan instalasi darurat gawat (IGD), dan mengimbau masyarakat agar memperketat protokol kesehatan.

​Berikut kumparan rangkum:

​Kemenkes Pantau Kenaikan Kasus Influenza A di Jawa Timur

​Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihak Kemenkes memantau titik-titik pemantauan alias sentinel nan menunjukkan adanya kenaikan kasus influenza, khususnya di wilayah Jawa Timur. Budi telah meminta jejeran Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) untuk mengecek langsung wilayah nan mengalami kenaikan.

​“Nah, jika itu saya belum lihat adanya lonjakan. Memang kita ada beberapa sentinel alias beberapa titik-titik nan kita lihat ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar sih ada nan di Jawa Timur di beberapa titik agak naik. Memang saya sudah minta teman-teman dari P2P untuk lihat di daerah-daerah mana khususnya, lantaran itu kan menular, ya,” kata Budi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

​Budi menjelaskan Influenza A bukan jenis virus nan mematikan dan dapat disembuhkan melalui pengobatan biasa.

​“Cuma jika influenza A ini, ini kan bukan influenza nan mematikan, kan. nan kita takutkan kan nan ada H5, nan dulu pernah kejadian nan flu burung itu, ya,” ujar Budi.

​“Saya lagi lihat apakah penanganannya di sana juga baik apa enggak. Ini sebenarnya dengan pengobatan biasa harusnya bisa disembuhkan,” tutur Budi.

​Kemenkes Sebut Tren Musiman dan Kapasitas Faskes Masih Mencukupi

​Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menuturkan bahwa kenaikan kasus influenza-like illness (ILI) di beberapa wilayah tetap berangkaian dengan tren musiman. Faktor lingkungan seperti kebakaran rimba dan lahan, kekeringan, hingga erupsi gunung berapi turut memengaruhi tren gangguan pernapasan.

​“Influenza-like illness, alias ILI istilahnya. Jadi memang di beberapa kota itu ada kenaikan. Tapi secara nasional, kita lihat datanya 2025-2026, dia memang seasonal ya, seasonal flu,” jelas Aji.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman di depan Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

​Aji menjelaskan golongan nan rentan terdampak adalah anak-anak, balita, dan lansia. Kemenkes memastikan daya tampung akomodasi kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan klinik tetap mencukupi untuk melayani pasien.

​“Memang hanya di satu-dua rumah sakit nan penuh gitu, kan bisa juga nan lain tetap bisa siap siaga ya. Puskesmas kita siapkan, rumah sakit, klinik, segala macam,” ungkap Aji.

​“Itu saya pikir tetap saat ini daya tampungnya, kapabilitas untuk melayani kasus-kasus influenza di beberapa wilayah tetap mencukupi,” lanjutnya.

​Aji mengimbau masyarakat rentan untuk menjaga daya tahan tubuh serta memakai masker alias menjaga jarak jika berdekatan dengan orang nan sedang sakit.

​“Kalau nan sakit, ya sementara mungkin tidak sekolah dulu alias tidak bekerja dulu jika memang berat ya. Kalau memang sakit berat, semakin sesak napas, batuknya tidak sembuh-sembuh, ya segera ke akomodasi pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani,” tutup Aji.

​RSAB Harapan Kita Sebut Kondisi Masih Batas Normal

​Direktur Utama RSAB Harapan Kita Reni Wigati menyampaikan bahwa kasus Influenza A di RSAB Harapan Kita sejauh ini tetap dalam pemisah normal.

​“Kalau influenza A, di RSAB tetap dalam pemisah biasa. Artinya, belum ada peningkatan secara objektif, tetapi kami bakal pantau terus,” kata Reni.

​Reni memaparkan bahwa untuk memastikan jenis virus penyebab infeksi, master bakal melakukan pemeriksaan panel virus alias bakteri. Ia menambahkan indikasi Influenza A bisa lebih berat daripada batuk pilek biasa.

​“Biasanya gejalanya lebih berat, apalagi bisa sampai pneumonia, ialah peradangan saluran pernapasan bawah alias sampai ke paru-paru. Itu sebabnya gejalanya bisa lebih berat dibandingkan common cold alias selesma (batuk pilek biasa),” terang Reni.

​DPR Minta Pemerintah Siapkan Obat dan Edukasi Masyarakat

​Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memastikan kesiapan obat-obatan serta kesiapan akomodasi kesehatan menyusul laporan kepadatan IGD rumah sakit di beberapa kawasan.

​“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah wilayah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan.

​Puan menegaskan pentingnya penyampaian info resmi dan terbuka agar tidak memicu keresahan warga.

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

​“Masyarakat memerlukan info nan dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, golongan nan perlu mendapat perhatian, serta langkah nan kudu dilakukan andaikan personil family mengalami gejala,” tuturnya.

​“Pemerintah kudu datang dengan info nan jelas, perlindungan nan mudah dijangkau, dan agunan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk kesiapan jasa di IGD,” jelas Puan.

​Puan juga mengingatkan agar perlindungan kesehatan dapat diakses seluruh kalangan serta mendorong penguatan protokol kesehatan.

​“Meskipun seperti nan disampaikan Kemenkes bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan perihal wajar lantaran berkarakter musiman, namun Pemerintah perlu memastikan kesiapan akomodasi kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus,” jelasnya.

​“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, giat mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.

​“Untuk golongan rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu mengandung agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan