Pemandangan mobil nan diselimuti stiker kamuflase bermotif optik random alias jubah hitam tebal, sekarang kerap berseliweran di jalan raya. Keberadaannya tentu mencolok dan menjadi perhatian di tengah arus lampau lintas.
Pakar Desain Produk dan Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu bilang, kendaraan tersebut merupakan test mule dan sengaja berseragam kamuflase.
"Kamuflase pada test mule sebenarnya bukan untuk menyembunyikan keberadaan mobil, tetapi untuk membikin corak aslinya susah dibaca pada saat kendaraan melakukan uji riil di jalan umum, untuk memandang real problem di real situation sebelum event peluncuran dilakukan," ujar Yannes saat dihubungi kumparan, Selasa (15/9/2026).
Pola stiker bermotif psikedelik dengan kombinasi warna hitam dan putih nan meliuk berputar secara random dirancang unik menggunakan prinsip gangguan visual (optical distortion).
"Pola optik hitam-putih nan berputar alias tidak beraturan sengaja mengganggu pantulan sinar sehingga kamera pihak-pihak pesaing hingga media lebih susah menangkap character line, lekukan panel, bahu kendaraan, sampai proporsi bodinya," lanjut Yannes.
Tak hanya mengandalkan peranti stiker optik, para desainer juga kerap menambahkan lapisan manipulasi bentuk pada lekukan bodi kendaraan agar profil resminya makin kabur.
"Produsen juga sering menambahkan busa alias cladding, menggunakan lampu sementara, menutup emblem, apalagi menyamarkan corak kaca dan pilar," terangnya.
Dalam era peralihan menuju era elektrifikasi, teknik pengelabuan visual ini turut menyasar sejumlah komponen teknis nan menjadi karakter unik kendaraan listrik.
"Pada EV, area charging port sampai kreasi aerodinamika bumper bawah juga bisa ditutup," papar pengamat otomotif jebolan ITB tersebut.
Strategi penyamaran bodi ini menyimpan dua tujuan vital dari sisi upaya dan kerahasiaan industri otomotif sebelum produk resmi dilepas secara komersial ke pasar.
"Tujuannya bukan hanya menjaga kejutan (wow factors) ketika mobil diperkenalkan, tetapi juga melindungi kreasi dan memperlambat pesaing membaca produk nan tetap dikembangkan," tegas Yannes.
Kendati demikian, tingkat ketebalan stiker penyamar ini bakal dikurangi secara berkala seiring makin dekatnya agenda seremoni peluncuran resmi kendaraan.
"Usually semakin dekat waktu peluncuran, kamuflasenya semakin tipis lantaran corak final kendaraan sudah semakin susah dirahasiakan," pungkas Yannes.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·