Jakarta -
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti buka bunyi soal pengemudi becak motor nan masuk dalam kategori desil 9. Desil sendiri adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan family berasas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) nan dikelola oleh BPS, semakin tinggi desil maka tingkat kesejahteraannya makin baik.
Amalia mengatakan, perihal tersebut terjadi lantaran info nan golongan belum dimutahirkan. Setelah info diperbaharui, dia menyebut pihak mengenai telah masuk ke desil 3 sesuai tingkat kesejahteraan keluarga.
"Sudah dimutahirkan, sekarang dia ada di desil 3. Karena info belum dimutahirkan, lantaran beliau memasukkan datanya itu ke dalam kanal pemutakhiran. Setelah dimutakhirkan, sesuai," ungkap Amalia kepada wartawan di area Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amalia menegaskan masyarakat kudu berperan-serta agar pemutakhiran info bisa sesuai dengan tingkat kesejahteraan keluarga. Langkah ini krusial mengingat sifat info nan sangat dinamis.
"Jadi kuncinya adalah pemutakhiran menjadi kunci agar datanya sesuai dengan kebenaran nan terbaru," pungkas Amalia.
Berdasarkan catatan detikcom, seorang pengemudi becak motor, Timbul, penduduk Lendah, Kulon Progo, kaget tercatat sebagai desil 9. Dia mau mengurus keringanan untuk kuliah anaknya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), namun desilnya tidak sesuai.
Dilansir detikJogja, kategori desil ini Timbul ketahui saat mendatangi Kantor Kalurahan Lendah dua pekan lampau untuk mengurus surat ketarangan tidak bisa (SKTM) sebagai syarat mengusulkan keringanan dan beasiswa. Timbul menyebut anak sulungnya, Lucky, diterima di UNY lewat jalur mandiri.
Dia kudu bayar duit masuk Rp 15 juta. Oleh karenanya dia beriktikad mengusulkan keringanan alias danasiwa lewat Program Indonesia Pintar (PIP).
"Mau pakai PIP sama mengusulkan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi rupanya dicek sama Pak Lurah rupanya desilnya 9," ungkap Timbul saat ditemui di kediamannya, Senin lalu.
(ahi/hal)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·