Viral Perundungan Sesama Pelajar di Kebumen, Pelaku Diamankan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kebumen -

Polisi mengamankan pelaku nan melakukan perundungan terhadap sesama pelajar SMK di Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah nan viral di media sosial. Hasil pemeriksaan terungkap, perundungan itu dipicu rasa berprasangka pelaku terhadap korban soal chat Instagram.

"Polres Kebumen telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak nan berangkaian dengan kejadian tersebut," ujar Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, dilansir dari detikJateng, Senin (17/8/2026).

Peristiwa perundungan itu terjadi pada pada Jumat (7/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Adapun lokasinya berada di belakang sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi kemudian mengamankan terduga pelaku ke Polres Kebumen pada Sabtu (15/8) sore untuk menjalani pemeriksaan. Hingga saat ini, terduga pelaku nan tetap berstatus pelajar dan berumur di bawah umur itu tetap dimintai keterangan oleh petugas.

Motif Perundungan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kembumen, Imam Satibi buka bunyi mengenai tindakan perundungan tersebut. SMK swasta tersebut merupakan sekolah di bawah naungan PCNU Kebumen.

Imam menyampaikan berasas info awal nan diterima pihak sekolah kejadian tersebut bermulai dari persoalan antara pelaku dan korban nan dipicu rasa cemburu. Aksi penganiayaan alias perundungan tersebut terjadi pada siang hari saat jam rehat sekolah.

"Informasi nan saya terima dari sekolah itu, awalnya nan kelas 11 (pelaku) punya pacar, kemudian diputus oleh pacarnya. Karena si pelaku bisa membuka akun IG pacarnya, dia memandang ada chat dari adik kelasnya nan menjadi korban. Padahal itu komunikasi biasa saja, hanya hello-hello saja, lampau cemburu," kata Imam.

"Sedang jam makan siang, jam istirahat. Ternyata ada kejadian seperti itu dan tidak terpantau. Ini bagian dari kelalaian kita, maka bakal kita perbaiki SOP dan jasa kita," sambungnya.

Kondisi korban hingga saat ini tetap belum kembali beraktivitas di sekolah. Pihak PCNU berbareng Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kebumen telah mendatangi family korban untuk memberikan pendampingan dan support psikologis.

Baca selengkapnya di sini.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News