Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2026 |14:03 WIB

Bank Indonesia (BI) berbareng Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI). (Foto :Okezone.com/BI)
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) berbareng Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Kehadiran instrumen domestik baru ini dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional melalui efisiensi transaksi, ekspansi inklusivitas, serta penguatan daya saing pelaku usaha.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa setiap penemuan dalam industri sistem pembayaran kudu bermuara pada penguatan ketahanan ekonomi serta memberikan faedah riil bagi masyarakat luas.
“Respons kebijakan ini berangkat dari satu optimisme bahwa kebijakan ini menjadi bentuk nyata sumbangsih Bank Indonesia berbareng industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi bingkisan kemerdekaan untuk masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan ini dibangun atas prinsip keseimbangan nan memberikan faedah bagi masyarakat, membuka ruang tumbuh bagi merchant, serta menciptakan kesempatan baru bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran, dengan tetap menjaga keberlanjutan industri,” ujar Destry, Senin (17/8/2026).
Kartu Kredit Indonesia (KKI) datang sebagai akomodasi pembayaran dengan skema pemrosesan domestik dan fitur penundaan pembayaran (deferred payment). Sumber biaya KKI diintegrasikan secara langsung untuk transaksi berbasis QRIS, baik menggunakan metode pindaian (scan) maupun fitur tap.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·