Sejak pagi, area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dipadati masyarakat nan mau ikut merasakan suasana seremoni HUT ke-81 RI pada Senin (17/8). Mereka tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga dari beragam wilayah di Indonesia.
Ada nan datang berbareng keluarga, ada nan mampir sebelum bekerja, apalagi ada nan sengaja datang ke Jakarta beberapa hari sebelumnya.
Tujuannya sama, mau memandang langsung kemeriahan seremoni hari kemerdekaan.
Salah satunya Amalia (42). Warga asal Tasikmalaya nan sekarang tinggal di Jakarta itu datang berbareng suaminya sejak pagi.
Amalia mengaku penasaran mau memandang langsung seremoni HUT RI di Monas. Baginya, momen ini terasa berbeda, lantaran untuk pertama kalinya selama 81 tahun Indonesia merdeka, dia bisa menyaksikan kemeriahan seremoni di Monas secara langsung.
“Baru kali pertama ini, 81 tahun merdeka, baru kali ini saya lihat kemeriahan kemerdekaan nan ke-81 tahun, baru lihat di Monas perayaannya kayak gini,” kata Amalia saat ditemui di lokasi.
Ia tiba sekitar pukul 06.00 WIB. Dari tempat tinggalnya di area Kemanggisan, Amalia berbareng suaminya mengendarai sepeda motor menuju Monas. Perjalanan hanya menyantap waktu sekitar 20 menit katanya.
Sesampainya di Monas, Amalia langsung menikmati beragam rangkaian acara. Salah satu nan paling membuatnya terkesan adalah rombongan berkuda nan ikut dalam kirab.
“Merinding ya Allah, ya Rabbi. Kita bukan hanya buat cari keringat ya, olahraga, tapi apa ya, memandang kekuasaan Allah, bertafakur, sampai saya merinding memandang kuda nan tadi, nan gagah-gagah,” ujarnya.
Cerita lain datang dari Orianto (36), penduduk asal Tegal. Berbeda dengan Amalia nan memang datang untuk memandang perayaan, Orianto mampir ke Monas di sela perjalanan menuju tempat kerja.
Orianto baru tiba di Jakarta dan langsung membawa kopernya ke Monas.
Ia tetap mengenakan busana bernuansa merah putih nan memang sudah disiapkannya untuk memperingati HUT RI.
“Saya dari Tegal. Ke Monas tuh mampir dulu. Kebetulan instansi saya itu dekat. Jadi sekalian saya mampir dulu ke Monas,” kata Orianto sembari menyeret kopernya.
Dari Yogyakarta, ada Nipah Mutiati (44) nan datang berbareng anaknya. Ia apalagi sudah berada di Jakarta sejak Sabtu lampau alias sekitar empat hari sebelum seremoni HUT RI.
Nipah datang dengan mengenakan busana budaya Bali. Meski tinggal di Yogyakarta, dia memilih busana tersebut lantaran merasa dekat dan menyukai budaya Bali.
“Enggak tahu lantaran kecintaan sama adatnya Bali mungkin, walaupun kita tinggal di Jogja,” ujarnya.
Nipah sebenarnya mau masuk ke Istana untuk memandang rangkaian seremoni dari dekat. Namun, dia tidak mendapatkan undangan lantaran kehabisan. Ia pun memilih datang ke Monas untuk tetap merasakan suasana kemerdekaan.
Perjalanannya menuju Monas juga tidak mudah. Nipah mengaku terjebak macet hingga nyaris dua jam sehingga terlambat menyaksikan kirab.
Meski begitu, dia tetap mau menyaksikan rangkaian aktivitas lainnya, termasuk atraksi pesawat nan berjalan di langit Monas.
“Pengin nonton juga (atraksi pesawat), pasti nonton,” katanya.
“Semoga tahun depan lebih persiapannya lebih matang lagi, ambil tiket juga lebih awal lagi jadi biar bisa dapat masuk ke Istana,” lanjut Nipah.
Sementara itu, Muhammad alias Mamat (60) datang lebih jauh lagi. Ia berasal dari Bontang, Kalimantan Timur, dan sedang berada di Jakarta untuk mengikuti Jambore Nasional Pramuka di Cibubur.
Jambore Nasional itu berjalan pada 14-21 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 25 ribu peserta dari beragam daerah.
Di sela aktivitas tersebut, Mamat menyempatkan diri datang ke Monas pada hari kemerdekaan.
Ia datang mengenakan seragam Pramuka unik berwarna cokelat. Baginya, busana tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat sebagai personil Pramuka.
“Sengaja memang pakai baju adat. Karena kan kita personil Pramuka, sekalian lagi Jambore di Cibubur,” ujarnya.
Mamat juga memandang langsung padatnya masyarakat di Monas. Menurutnya, seremoni tahun ini terasa lebih meriah lantaran area Monas dibuka untuk masyarakat dan diisi beragam acara, termasuk pesta rakyat.
“Ya tahun ini lebih meriah lantaran ada pesta rakyat mungkin. Jadi nan tumpah ruah ke Monas, lantaran Monas sekarang dibuka untuk masyarakat dalam rangka HUT ke-81 RI,” kata Mamat.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·