Harvard Management Co. mengungkap kepemilikan saham SpaceX senilai USD 2,2 miliar alias sekitar Rp 39,2 triliun (kurs Rp 17.828). Investasi tersebut menunjukkan untung nan diraih biaya kekal Harvard dari taruhan awal terhadap perusahaan roket milik Elon Musk.
Mengutip Bloomberg, Harvard melaporkan kepemilikan tersebut dalam arsip 13F nan disampaikan pada Jumat. Laporan itu menunjukkan Harvard menjadi salah satu pemegang saham SpaceX terbesar dari kalangan biaya kekal universitas.
Space Exploration Technologies Corp., alias SpaceX, menjadi saham tunggal dengan nilai terbesar nan diungkap dalam laporan tersebut. Secara keseluruhan, Harvard tercatat mempunyai saham perusahaan-perusahaan Amerika Serikat senilai USD 4,3 miliar alias sekitar Rp 76,7 triliun.
Harvard Management mengelola biaya sekitar USD 57 miliar alias sekitar Rp 1.016,2 triliun per Juni 2025, berasas nomor terbaru nan tersedia untuk publik.
Kenaikan nilai SpaceX setelah perusahaan mencatatkan penawaran umum perdana (IPO) nan memecahkan rekor pada Juni turut meningkatkan imbal hasil sejumlah biaya kekal perguruan tinggi. Investasi tersebut sebagian dilakukan melalui perusahaan modal ventura sejak lebih dari satu dasawarsa lalu.
Selain Harvard, sejumlah lembaga pendidikan tinggi Amerika Serikat juga ikut menikmati untung dari investasi SpaceX. Lembaga investasi University of California, misalnya, melaporkan kepemilikan saham SpaceX senilai sekitar USD 1 miliar alias sekitar Rp 17,8 triliun dalam laporan nan disampaikan pekan ini.
University of North Carolina dan Washington University in St. Louis juga tercatat sebagai lembaga nan memperoleh untung dari kenaikan nilai SpaceX.
Kepemilikan Harvard kemungkinan mencakup saham nan dimiliki secara langsung maupun saham nan diterima dari pengedaran biaya investasi swasta. Juru bicara Harvard Management Patrick McKiernan menolak memberikan komentar mengenai investasi individual.
Keuntungan dari SpaceX datang di tengah kondisi finansial sejumlah universitas di Amerika Serikat nan menghadapi tekanan. Perguruan tinggi menghadapi ancaman terhadap pendanaan riset federal, jumlah mahasiswa usia kuliah nan menyusut akibat perubahan demografi, serta imbal hasil investasi private equity nan relatif lesu.
Berdasarkan Wilshire Trust Universe Comparison Service, biaya kekal dengan aset lebih dari USD 500 juta alias sekitar Rp 8,9 triliun mencatat imbal hasil median sebesar 18,9 persen sebelum biaya pada tahun nan berhujung Juni.
Valuasi SpaceX saat ini telah melampaui USD 1,8 triliun alias sekitar Rp 32.090,4 triliun. Namun, nilai saham perusahaan bergerak naik turun sejak debut di level USD 135 alias sekitar Rp 2,4 juta per saham.
Pada Jumat, saham SpaceX turun 0,9 persen dan ditutup di level USD 140 alias sekitar Rp 2,5 juta per saham.
Sementara itu, manajer investasi nan mengelola lebih dari USD 100 juta alias sekitar Rp 1,8 triliun dalam saham perusahaan-perusahaan Amerika Serikat diwajibkan menyampaikan blangko 13F dalam waktu 45 hari setelah akhir setiap kuartal. Dokumen tersebut memuat daftar kepemilikan saham nan diperdagangkan di bursa Amerika Serikat.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·