VinFast memastikan proses restrukturisasi dunia nan tengah dijalankan perusahaan tidak bakal memengaruhi operasional upaya maupun rencana investasinya di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan di tengah laporan nan menyebut produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu berencana melepas aset manufakturnya di negara asal sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis.
Mengacu laporan Reuters, VinFast berupaya menekan beban finansial setelah membukukan kerugian sebesar USD 3,9 miliar sepanjang tahun lalu. Salah satu langkah nan ditempuh adalah menjual dua pabrik utama di Vietnam dengan nilai sekitar USD 506 juta.
Dalam skema tersebut, sebagian tanggungjawab utang perusahaan nan mencapai sekitar USD 6,9 miliar juga bakal dialihkan kepada pihak pembeli. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk beralih bentuk menjadi upaya dengan model "asset-light".
Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan restrukturisasi tersebut ditujukan untuk memperkuat fondasi upaya dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan secara global.
“VinFast saat ini tengah menjalankan langkah restrukturisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi upaya dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan secara global,” kata Kariyanto kepada kumparan, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, perubahan struktur upaya tersebut tidak bakal mengganggu operasional perusahaan. Aktivitas produksi kendaraan tetap berjalan, sementara kegunaan strategis seperti riset, pengembangan produk, desain, hingga jasa purna jual tetap berada di bawah kendali VinFast.
“Langkah ini tidak mempengaruhi operasional upaya VinFast maupun jasa kepada pelanggan. Di Vietnam, aktivitas produksi kendaraan bakal tetap melangkah melalui skema operasional nan baru,” katanya.
Kariyanto juga memastikan proses restrukturisasi tersebut tidak berakibat terhadap rencana ekspansi VinFast di Indonesia, termasuk pembangunan akomodasi produksi di Subang, Jawa Barat.
“Terkait Indonesia, termasuk pengembangan akomodasi produksi di Subang, tidak ada perubahan maupun akibat dari proses restrukturisasi tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bakal tetap menjaga kualitas produk dan jasa kepada konsumen di tengah transformasi upaya nan sedang berlangsung.
“VinFast juga bakal terus memastikan standar kualitas produk dan jasa tetap terjaga melalui pengawasan nan ketat di seluruh proses produksi dan operasional,” tutup Kariyanto.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·