Vidoe: Harga Plastik-Ongkos Angkut Naik, Ekspor Tuna Kena Efek Perang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat adanya penurunan volume ekspor perikanan Indonesia Januari hingga Awal Lebaran 2026 sebesar 41% menjadi USD 983,1 Juta alias Rp 16,7 Triliun akibat dari perang Timur Tengah nan melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Bagi sektor Tuna, Ketua Umum Asosiasi Tuna Indonesia, Saut P Hutagalung perang Timur Tengah bakal berakibat pada industri tuna baik nelayan maupun eksportir. Dimana kenaikan nilai BBM nan mengambil porsi 60% biaya penangkapan membikin margin nelayan dan eksportir anjlok, selain itu bahan bungkusan nan banyak memakai plastik juga bakal menekan upaya ikan tuna.

Di sisi lain, biaya angkut alias freight trade ikut melonjak sekitar 30% akibat ketidakpastian dunia turut berakibat pada upaya tuna Indonesia meski permintaan di Asia utamanya tetap sangat baik.

Seperti apa akibat perang terhadap eksportir Tuna Indonesia? Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Ketua Umum Asosiasi Tuna Indonesia, Saut P Hutagalung dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026)


Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News