Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi bakal menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Dan tahun depan kita bakal menyelenggarakan aktivitas nan sama dan tentunya mudah-mudahan jauh lebih baik, lebih aman, lebih meriah," kata Pramono saat menghadiri puncak Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6).
Pramono menuturkan penyelenggaraan Haul Akbar sejalan dengan upaya memperkuat identitas Betawi sebagai budaya utama Jakarta sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.
Menurut Pramono, budaya Betawi kudu mendapat ruang lebih besar hingga dikenal di kancah internasional.
"Saya mau Betawi ini menjadi bisa berkompetisi secara internasional," ujarnya.
Sejumlah langkah, menurut Pramono, telah dilakukan Pemprov DKI. Mulai dari penggunaan busana budaya Betawi dalam pelantikan pejabat hingga rencana menampilkan 500 ondel-ondel karya desainer ternama pada seremoni 500 tahun Jakarta tahun depan.
Disambut Baik
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin nan turut datang di aktivitas ini mengapresiasi pendapat Pramono.
Menurut Cak Imin, haul merupakan tradisi krusial untuk menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan para ustadz serta habaib nan telah membangun karakter masyarakat sejak sebelum Indonesia merdeka.
"Ide ini sangat luar biasa. Insyaallah dengan buahpikiran ini, Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua," kata Cak Imin.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo juga menyampaikan support agar Haul Akbar menjadi agenda tahunan di Jakarta.
Mantan Gubernur DKI Jakarta nan berkawan disapa Foke itu mengungkapkan pendapat penyelenggaraan Haul Akbar pertama kali disampaikan Pramono saat menerima hasil Kongres Masyarakat Betawi pada Februari lalu.
"Yang punya pendapat ini adalah murni namanya Pramono Anung," kata Foke.
Foke menjelaskan haul merupakan tradisi masyarakat Betawi untuk mengenang para guru, ulama, habaib, dan orang tua nan telah wafat dengan doa, zikir, selawat, pembacaan Yasin, tahlil, serta silaturahmi.
Karena itu, Foke berambisi aktivitas tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.
"Orang Betawi berambisi Haul Akbar ini bisa dijadikan aktivitas tetap. Pak Gubernur, saya menyampaikan pesan ini atas nama seluruh penduduk Betawi," pungkasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·