Jakarta -
Puluhan jemaat Gereja POUK Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) panik setelah pihak USU diduga mengosongkan secara paksa seluruh barang-barang nan ada di dalam gereja. USU pun buka bunyi memberikan penjelasan.
Dilansir detikSumut, Selasa (11/8/2026), Ketua LBH Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Deddy Mauritz Simanjuntak menyebut kejadian pengosongan paksa ini terjadi saat pihaknya tengah menghadiri pemeriksaan di Polda Sumut. Pemeriksaan itu melibatkan Pendeta Gloria Bale, pastor nan memimpin ibadah di Gereja POUK Chapel USU.
"Jadi pada hari ini, kami melakukan pendampingan terhadap Ibu Pendeta Gloria Bale. Beliau dilaporkan ke Polda Sumatera Utara untuk LP nan ke-2 kalinya, dengan tuduhan pencemaran nama baik, sesuatu nan dia sendiri bingung, pencemaran nama baik apa nan dia lakukan. Nah, pada saat kami kurang lebih pukul separuh 11, mendampingi Ibu Pendeta Gloria Bale, si interogator tetap buka laptop, tiba-tiba kita dapat info dari kawan kita di sini bahwa ada 10 truk dari Universitas Sumatera Utara nan melakukan pengosongan gereja," ujar Deddy saat diwawancarai di Gereja POUK Chapel USU, Senin (10/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapatkan info itu, Deddy mengatakan pihaknya memutuskan menghentikan pemeriksaan tersebut serta meminta izin kepada interogator Polda Sumut untuk kembali ke gereja.
"Sempat ketemu (dengan pihak nan mengosongkan), tapi kita sudah lihat bahwa gereja itu berada dalam kondisi nan porak-poranda. Semua barang-barang, termasuk barang-barang pribadi nan harusnya, itu tidak bisa diambil dengan paksa lantaran ada undang-undang nan melindungi perihal tersebut. Itu dilakukan oleh mereka nan mengatasnamakan Universitas Sumatera Utara," ucapnya.
USU Buka Suara
USU buka bunyi mengenai dugaan pengosongan paksa Gereja POUK Chapel. USU menyebut relokasi sementara Chapel USU sebagai bagian dari penataan dan pembaharuan akomodasi rumah ibadah untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas sarana pembinaan kerohanian bagi sivitas akademika dan penduduk Kristen di lingkungan USU.
Ketua Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU, Robert Sibarani, mengatakan Chapel selama ini mempunyai kegunaan krusial sebagai sarana pembinaan kerohanian mahasiswa, dosen, pegawai, serta penduduk Kristen di lingkungan USU.
"Chapel selama ini difungsikan sebagai sarana pembinaan kerohanian bagi mahasiswa, dosen, pegawai, dan penduduk Kristen di lingkungan USU. Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa Kristen, kebutuhan terhadap akomodasi pembinaan kerohanian nan lebih memadai juga semakin besar," ujar Robert melalui keterangan tertulis diterima detikSumut, Selasa (11/8/2026).
Menurut Robert, pembaharuan diperlukan seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa Kristen di USU. Saat ini, jumlah mahasiswa Kristen diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang nan tersebar di 16 fakultas.
"Dengan jumlah mahasiswa Kristen nan terus bertambah, kapabilitas Chapel saat ini tentu perlu ditingkatkan. Karena itu, pembaharuan merupakan bagian dari upaya menyediakan akomodasi nan lebih representatif dan bisa memenuhi kebutuhan pembinaan kerohanian di lingkungan USU," katanya.
Simak selengkapnya di sini.
(fas/imk)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·