Penyanyi Dolly Parton sudah mempersiapkan musik yang bakal dirilis setelah dia meninggal dunia. Pelantun lagu Jolene itu mengembuskan napas terakhir pada 25 Agustus 2026 dalam usia 80 tahun usai berjuang melawan kanker.
Dilansir Entertainment Weekly, Dolly Parton membicarakan rencana tersebut dalam wawancara di podcast NPR 'Dolly Parton's America' pada awal 2020. Dalam wawancara tersebut, Parton berambisi karyanya bakal selalu hidup.
"Saya mau berpikir bahwa saya telah meninggalkan beberapa karya musik nan bagus. Dan selama waktu terus berjalan, orang-orang bakal membikin musik dengan beragam cara,” kata Parton.
Parton menganggap dirinya sebagai orang nan 'beruntung' lantaran mempunyai ratusan apalagi ribuan lagu. Sebagian besar lagu tersebut belum pernah direkam.
"Masih ada cukup banyak materi untuk membikin musik saya terus hidup selamanya. Membuat album kompilasi, apalagi membikin karya-karya baru dan orisinal. Saya sengaja menyimpan lagu-lagu untuk tujuan itu," tuturnya.
Parton apalagi menyiapkan rekaman berupa click track dan vokalnya sehingga produser dapat membikin aransemen baru di kemudian hari.
"Seperti nan kalian tahu, jika mempunyai click track dan vokal nan bagus, apa pun bisa dilakukan. Jadi, itu bakal terus hidup selamanya," ucapnya.
Di sisi lain, dalam podcast tersebut, Parton juga bicara mengenai keyakinannya tentang kehidupan setelah kematian.
"Kita sebenarnya tidak tahu, kita hanya berambisi dan mempunyai keyakinan. Itulah makna dari iman," ungkap Parton.
"Saya rasa ini bukan akhir dari saya. Saya juga tidak berpikir ini adalah akhir dari kita semua. Saya rasa kita didaur ulang dan, jika bukan begitu, kita hanya kembali ke dalam aliran daya ilahi nan besar dan mudah-mudahan menyebarkan diri kita dalam bentuk-bentuk bagus lainnya."
Dolly Parton Siapkan CD nan Baru Bisa Dirilis pada 2045
Sebelum meninggal dunia, Parton juga pernah mengungkap keberadaan sebuah CD nan disimpan di dalam kotak rahasia di Dollywood, taman intermezo miliknya.
Dalam penampilannya di The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada 2022, Parton mengatakan dirinya sengaja meninggalkan CD tersebut sebagai pesan untuk masa depan.
Ia memberikan petunjuk agar CD itu tidak dirilis sebelum 2045. Parton meninggalkan petunjuk mengenai langkah menggunakan pemutar CD untuk mendengarkan rekaman tersebut.
"Saya terus mau mereka membiarkan saya menggali CD itu dan memasukkan sesuatu nan lain nan tidak sebagus itu," kata Parton.
Parton meninggal bumi setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Dalam pernyataan nan disampaikan perwakilannya kepada Entertainment Weekly, family menggambarkan bahwa Parton bakal selalu dikenang lewat karya, keahlian menulis lagu, kecerdasan, kehangatan, dan kebaikannya.
Dengan pekerjaan selama tujuh dekade, Parton disebut telah menginspirasi beragam generasi musisi dan penggemar. Warisannya juga mencakup beragam aktivitas filantropi nan memberikan akibat luas.
Keponakan Parton, Bryan Seaver, juga mengunggah video melalui akun media sosial sang penyanyi untuk mengumumkan kematiannya sekaligus mengenang sosok Parton.
Di bagian akhir video tersebut, Seaver, mengungkap kemauan Parton mengenai gimana dia mau beristirahat setelah meninggal dunia.
Menurut Seaver, Parton mau beristirahat di atas tempat tidur bagus nan dipenuhi kapas lembut. Sebab, setelah sepanjang hidup mengenakan busana dan aksesori penuh rhinestone, dia akhirnya layak mendapatkan kenyamanan dan beristirahat dengan tenang.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·