Gempa bumi luar biasa mengguncang wilayah dekat pantai utara Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat. Guncangan kuat menyebabkan sejumlah gedung di ibu kota Caracas runtuh, memicu kepanikan warga, dan sempat memicu peringatan tsunami di area Karibia.
Berdasarkan info Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan 7,1 magnitudo terjadi sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas.
Namun sekitar 40 detik kemudian, gempa nan lebih kuat berkekuatan 7,5 magnitudo kembali mengguncang wilayah nan sama.
Pusat gempa berada sekitar 23 kilometer barat laut Yumare, wilayah nan berada tidak jauh dari sejumlah kilang minyak terbesar Venezuela. Kedalaman 13 Km.
Hingga Rabu malam waktu setempat, pemerintah Venezuela belum mengumumkan jumlah korban jiwa maupun korban luka. Namun, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello membenarkan adanya gedung nan runtuh akibat gempa tersebut.
"Beberapa gedung telah runtuh di Caracas, rumah-rumah juga ambruk," kata Cabello seperti dikutip Reuters, Kamis (25/6).
USGS memperingatkan gempa berpotensi menimbulkan korban dalam jumlah besar dan kerusakan nan meluas. Dalam kajian awalnya, lembaga tersebut memperkirakan jumlah korban jiwa berpotensi mencapai puluhan ribu.
Bangunan runtuh hingga kesaksian warga
Dari rekaman video nan beredar di media sosial, menunjukkan petugas penyelamat mencari korban di antara reruntuhan gedung di Caracas.
Terlihat sejumlah gedung mengalami kerusakan berat, dengan sebagian tembok runtuh dan debu menyelimuti beberapa area ibu kota.
Saat gempa terjadi, sebagian besar penduduk sedang berada di rumah lantaran Venezuela tengah memperingati hari libur nasional untuk mengenang kemenangan perang kemerdekaan dari Spanyol pada 1821.
"Begitu gempa dimulai, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua langsung berlari menuruni tangga," ujar Astrid Ramirez, penduduk Caracas.
Kesaksian serupa disampaikan Coro Martinez, penduduk Caracas timur. Ia mengaku belum pernah merasakan guncangan sekuat itu.
"Terdengar bunyi tumbukan nan sangat keras. Barang-barang di rumah berjatuhan, termasuk kendi di dalam kulkas. Saya belum pernah mengalami perihal seperti ini," katanya.
Sementara Maria Romero (80) mengatakan, polisi membantunya keluar dari gedung tempat tinggalnya.
"Gempa ini mengerikan, apalagi lebih jelek daripada gempa tahun 1967," ujarnya.
Di sejumlah titik di Caracas, mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu proses pemindahan dan penanganan darurat.
Peringatan tsunami dicabut
Usai gempa, Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk wilayah dalam radius sekitar 300 kilometer dari pusat gempa. Peringatan itu mencakup Puerto Rico, Kepulauan Virgin Amerika Serikat, Kepulauan Virgin Britania Raya, serta pulau-pulau di lepas pantai Venezuela seperti Aruba, Curaçao, dan Bonaire.
Namun, sekitar satu jam kemudian, otoritas Amerika Serikat mencabut seluruh peringatan tersebut dan memastikan tidak ada lagi ancaman tsunami akibat gempa di Venezuela.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·