Jakarta,CNBCIndonesia-Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu memastikan upaya pemerintah mendorong ekspansi investasi dan hilirisasi ke sektor minerba, migas, perikanan dan kelautan hingga pertanian dan perkebunan serta EBT.
Kementerian Investasi/BKPM memandang sektor non-tambang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi RI nan berkepanjangan termasuk agrikultur dan maritim. Salah satu produk hilirisasi non-tambang RI nan didorong adalah minyak sawit nan dikembangkan menjadi diesel hingga pengembangan bioetanol dari hilirisasi produk perkebunan jagung, singkong hingga aren dan tebu.
Peningkatan investasi dan hilirisasi tidak hanya untuk mendorong peningkatan industri namun juga didorong pada dampaknya ke pembuatan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi utamanya sektor non-mineral. Sepanjang 2025, investasi dan hilirisasi bisa menyerap tenaga kerja lebih dari 2,5 juta hingga 3 juta orang sekaligus meningkatkan skill SDM dalam negeri.
Di sisi lain, BKPM juga mendorong investasi dan hilirisasi ke sektor green daya melalui strategi mengatasi tantangan besarnya biaya investasi. Guna menarik investasi Sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) ini dibutuhkan penguatan regulasi, kemudahan izin, hingga mendorong pasar dan insentif fiskal.
Seperti apa strategi BKPM/Kementerian Investasi dan Hilirisasi mendorong ekonomi 8%? Selengkapnya simak perbincangan Shafinaz Nachiar dengan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Rabu, 24/06/2026)
Add
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·