Bagi banyak orang, menanam mangrove, melepas tukik, alias membersihkan pantai sering dipandang sebagai aktivitas simbolis untuk menjaga lingkungan. Padahal, faedah terbesar dari upaya tersebut justru sering kali tidak terlihat secara langsung. Di kembali setiap bibit nan ditanam dan setiap sampah nan diangkat dari pesisir, terdapat investasi jangka panjang untuk keberlangsungan hidup masyarakat, terutama generasi nan bakal datang.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, PT Permodalan Nasional Madani alias PNM melaksanakan beragam tindakan pelestarian ekosistem laut dan pesisir melalui beragam upaya penghijauan. Dalam satu tahun terakhir, penanaman 70.000 pohon mangrove, 2.000 bibit terumbu karang, pelepasan 1.000 tukik alias anak penyu ke kediaman alaminya, serta aktivitas bersih-bersih pantai telah dilakukan PNM dengan melibatkan beragam komponen masyarakat.
Langkah tersebut bukan sekadar corak kepedulian terhadap lingkungan. Lebih dari itu, PNM mau memastikan bahwa sumber daya alam nan menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir tetap terjaga. Hal ini dikarenakan laut nan sehat bukan hanya rumah bagi beragam biota, tetapi juga sumber pangan, sumber penghidupan, dan tembok alami nan melindungi wilayah pesisir dari beragam ancaman.
Salah satu faedah mangrove nan jarang disadari adalah kemampuannya menjadi ruang tumbuh bagi beragam jenis ikan, udang, dan kepiting nan menjadi sumber penghasilan nelayan. Demikian pula dengan terumbu karang nan sering disebut sebagai rimba hujan di bawah laut. Ketika terumbu karang terjaga, rantai kehidupan laut tetap berjalan, stok ikan tetap tersedia, dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus berlanjut.
Pelepasan 1.000 anak penyu juga mempunyai makna nan tidak kalah penting. Penyu merupakan salah satu parameter kesehatan ekosistem laut. Kehadiran mereka membantu menjaga keseimbangan rantai makanan dan ekosistem lamun maupun terumbu karang.
Sementara itu, tindakan bersih-bersih pantai membawa akibat nan jauh melampaui kebersihan area wisata. Sampah plastik nan dibiarkan di pesisir dapat terurai menjadi mikroplastik dan masuk ke rantai makanan laut nan berpotensi kembali ke meja makan manusia melalui ikan dan hasil laut nan dikonsumsi.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya PNM untuk menghadirkan masa depan nan lebih baik bagi generasi penerus.
"Kehidupan anak-anak nan lebih baik tidak hanya dibangun melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga melalui lingkungan nan lestari. Ketika kita menjaga laut hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga sumber kehidupan, ruang belajar, dan masa depan anak-anak Indonesia di masa mendatang," ungkap Kindaris.
Melalui beragam inisiatif tersebut, PNM mau menegaskan bahwa pemberdayaan tidak hanya berbincang tentang meningkatkan kapabilitas manusia, tetapi juga menjaga ekosistem nan menopang kehidupan mereka. Sebab keberlanjutan ekonomi masyarakat dan kelestarian alam adalah dua perihal nan tidak dapat dipisahkan. Ketika laut sehat, masyarakat mempunyai kesempatan nan lebih besar untuk tumbuh, dan anak-anak mempunyai kesempatan masa depan nan lebih cerah.
#PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·