Uang Vilmei Diduga Dipakai Karyawannya untuk Pesta Ultah di Bandung dan Jakarta

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Ilustrasi ulang tahun Foto: Shutterstock

Karyawan Tiktoker Vilmei, berinisial Z, diduga menggunakan duit Vilmei untuk membiayai pesta ulang tahunnya di Bandung dan Jakarta. Ia telah dilaporkan atas kasus penggelapan uang.

Hal itu diungkapkan Vilmei saat tiba di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (26/8) malam. Bersama dengan Arka nan merupakan pacar Z.

Vilmei bilang, pesta ulang tahun Z tersebut menghabiskan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.

"Terakhir katanya buat ini, party Zahra ulang tahun birthday party," kata Vilmei.

Arka kemudian menjelaskan pesta ulang tahun tersebut digelar di Bandung dan Jakarta.

"Di Bandung sama di Jakarta," ujar Arka.

Sebelumnya, Vilmei melaporkan Z mengenai dugaan penggelapan duit nan nilainya mencapai sekitar Rp 1,2 miliar. Vilmei mengatakan dirinya menyerahkan proses penanganan perkara tersebut kepada kepolisian.

"Aku baru laporin Zahra sih. Baru laporin terus ya saya ngikutin ajalah proses dari kepolisian. Karena saya belum pernah nan kayak ginian," kata Vilmei.

Pengakuan Z dan Sosok A

Dalam pengakuannya kepada Vilmei, Z menyebut duit itu dialirkan ke sejumlah akun TikTok milik orang lain sebelum akhirnya ditarik.

"Uang tersebut saya kirim ke sejumlah akun TikTok punya teman-teman saya, termasuk pacar saya. Jumlahnya itu nyaris 12 akun," ujar Z.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap akun perantara memperoleh hadiah dari transaksi tersebut.

"Dari setiap transaksi mereka mendapatkan komisi. Setelah duit masuk ke sejumlah akun, saya sama pacar aku, Arka, baru melakukan penarikan uang," ungkap Z kepada Vilmei.

Z mengaku melakukan tindakan tersebut lantaran mendapat ancaman dari kekasihnya A.

"Dia menakut-nakuti bakal menyebarkan video hubungan intim ke orang tua dan teman-teman saya. Jujur saya enggak tahu jika divideokan. Memang saya melakukan itu sama dia dalam keadaan mabuk," katanya.

Meski demikian, pengakuan tersebut tetap merupakan keterangan sepihak dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Dugaan keterlibatan pihak lain tetap menunggu proses penyelidikan abdi negara penegak hukum.

Vilmei melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota untuk diproses sesuai norma nan berlaku.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan