Tunisia vs Jepang,: Adu Strategi Herve Renard dan Hajime Moriyasu

Sedang Trending 2 jam yang lalu
 Adu Strategi Herve Renard dan Hajime Moriyasu Timnas Jepang(AFP)

PELATIH baru Tunisia, Herve Renard, langsung dihadapkan pada tugas berat saat memimpin timnya bersiap menghadapi tantangan berat dari Jepang pada laga krusial Grup F di Monterrey, pada Minggu (21/6).

Tim berjuluk Elang Kartago tersebut berada dalam posisi terdesak untuk mengamankan poin penuh demi menjaga kesempatan lolos, menyusul hasil memalukan pada laga pembuka Piala Dunia mereka melawan Swedia dengan skor telak 1-5.

Arsitek strategi asal Prancis itu nyaris tidak mempunyai waktu senggang untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Renard ditunjuk secara mendadak oleh federasi sepak bola Tunisia guna menggantikan Sabri Lamouchi nan dipecat seketika, buntut dari kekalahan telak dan tragis Tunisia dari Swedia pada pertandingan pertama.

Kini beban berat berada di pundak Renard untuk membangkitkan mentalitas dan memulihkan rasa percaya diri para pemainnya nan tengah terguncang. Lawan nan bakal dihadapi pun bukan tim sembarangan, sebuah kebenaran nan disadari sepenuhnya oleh sang pembimbing baru. “Saya tahu betul kualitas tim ini. Jepang adalah tim terbaik di Asia,” ujar Renard dikutip dari the Japan Times.

Reputasi mentereng sebagai penguasa sepak bola Asia langsung dibuktikan Jepang pada laga perdana mereka. Menghadapi Belanda di Dallas pada pertandingan pertama, tim Samurai Biru memperlihatkan daya juang luar biasa dengan sukses menyamakan kedudukan dua kali sebelum akhirnya memaksakan hasil seri 2-2.

Gol penyama kedudukan dramatis nan dicetak oleh Daichi Kamada pada menit ke-88 menjadi bukti nyata dari mental pantang menyerah nan diusung Jepang. Karakter kuat dan agresivitas lini serang Jepang itulah nan berpotensi menjadi ancaman besar sekaligus mimpi jelek bagi lini pertahanan Tunisia nan saat ini sedang rapuh.

Ketangguhan mental dan kegigihan para pemain Jepang dalam membalikkan situasi susah tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pembimbing mereka, Hajime Moriyasu. “Kami sempat tertinggal dari musuh nan sangat susah (dan) para pemain berasosiasi padu, gigih, mereka berkompetisi hingga akhir dan tidak berakhir untuk bertahan,” kata Moriyasu.

Meski demikian, Moriyasu menegaskan bahwa dirinya tidak mau timnya hanya mengandalkan semangat juang semata pada pertandingan hari Minggu nanti. Sang pembimbing tidak bisa menyembunyikan ambisi besarnya dan mengakui bahwa hasil seri melawan Belanda sebenarnya di luar sasaran utama mereka nan mengincar poin penuh. “Kami mengincar tiga poin, bukan satu poin. Jadi dari perspektif pandang itu, tentu saja agak sedikit mengecewakan,” tutur Moriyasu.

Peta persaingan di Grup F saat ini menempatkan Swedia sebagai pemimpin klasemen sementara dengan torehan tiga poin, disusul oleh Jepang dan Belanda nan sama-sama mengemas satu poin.

Situasi itu membikin Tunisia nan terdampar di dasar klasemen tanpa poin menyadari sepenuhnya bahwa bentrok melawan Jepang bakal menjadi laga hidup meninggal nan menentukan nasib dan kelanjutan kiprah mereka di turnamen ini. (Ndf/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia