Nur Hidayat namalain Abuy, pemilik pangkas rambut di area Bantar Kambing, Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, akhirnya meminta maaf. Pernyataan itu setelah videonya ditegur petugas kecamatan lantaran belum memasang bendera Merah Putih viral di media sosial.
Abuy mengakui ucapannya nan menyebut Indonesia belum merdeka merupakan kesalahan. Pernyataan itu disampaikannya melalui video permintaan maaf.
“Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin nan mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka,” ujar Abuy dalam video klarifikasinya, Rabu (12/8/2026).
Ia menegaskan kembali bahwa Indonesia telah merdeka dan menyatakan penyesalannya atas ucapan tersebut.
“Sebetulnya omongan saya tentang Indonesia belum merdeka itu salah, nan betul Indonesia itu sudah merdeka, maka saya meminta maaf atas ucapan saya nan salah," tegasnya.
Penjelasan Bakesbangpol Bogor
Sebelumnya video Abuy ditegur oleh pihak kecamatan lantaran tidak memasang bendera merah putih jelang HUT RI viral di media sosial. Dalam video itu dia didatangi pihak kecamatan saat tengah mencukur pelanggannya.
Petugas meminta dia memasang bendera merah putih jelang HUT RI. Dalam percakapan itu, tukang cukur tersebut sempat mempertanyakan soal kemerdekaan saat ini. Pernyataan itu membikin petugas mencecarnya.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede, mengatakan nan dilakukan petugas bentuknya imbauan. Tidak ada paksaan kepada masyarakat untuk mengibarkan bendera jelang HUT RI.
“Sanksi sampai saat ini tidak ada. Makanya Surat Edaran Mendagri itu mengimbau mulai tanggal 1 sampai tanggal 31 Agustus untuk mengibarkan bendera merah putih, dan itu pun tidak ada paksaan sama sekali hanya kesadaran masyarakat dalam semangat nasionalisme dalam memperingati hari kemerdekaan,” ujar Ferdinando kepada wartawan, Rabu (12/8).
Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan pembagian bendera bagi penduduk nan tidak bisa membeli. Karena itu, pemasangan bendera semestinya tidak dilakukan dengan tekanan.
“Sifatnya memang kita sampai saat ini mengimbau aja bukan memaksa," jelasnya.
Soal video nan memperlihatkan petugas kecamatan diduga menegur pemilik upaya dengan nada tinggi, Ferdinando mengaku belum menerima info lengkap. Bakesbangpol bakal mengecek langsung kronologi kejadian ke wilayah tersebut.
“Sementara kami mendapatkan info bahwa itu dalam rangka monitoring untuk mengimbau memasang bendera, sekaligus membagikan bendera ketika ada masyarakat nan tidak punya,” katanya.
Ferdinando juga menegaskan perbedaan pandangan terhadap pemerintah tidak semestinya dicampuradukkan dengan rasa nasionalisme. Warga tetap berkuasa berbeda pendapat, namun kecintaan terhadap Tanah Air kudu tetap dijaga.
“Perbedaan-perbedaan pandangan itu wajar dalam negara demokrasi, namun rasa nasionalisme itu tidak bisa dicampuradukkan dengan perbedaan-perbedaan pandangan,” tegasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·