Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Kemendagri Gandeng Pandawara Group Bersih-Bersih

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kemendagri menghadirkan Pandawara Group untuk mengampanyekan Gerakan Indonesia ASRI mengenai kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah dalam Festival Bazar Kemendagri di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengundang Pandawara Group untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dalam mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI). Pandawara Group merupakan golongan pemuda asal Bandung, Jawa Barat, nan dikenal melalui beragam tindakan membersihkan sampah di sungai, selokan, dan pantai.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA menjelaskan, Gerakan Indonesia ASRI merupakan corak kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi kebersihan di sejumlah wilayah nan tetap perlu ditingkatkan. Persoalan tersebut antara lain terlihat dari sampah nan berceceran hingga pemasangan spanduk nan tidak tertata, terutama di area wisata.

Atas kondisi tersebut, Presiden menginstruksikan para menteri terkait, termasuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri), untuk menggerakkan Gerakan Indonesia ASRI dengan melibatkan masyarakat dan beragam pemangku kepentingan.

“Jadi, aktivitas ini nan kemudian kita gunakan untuk membersihkan lingkungan. Bukan saja jangan buang sampah sembarangan, tetapi nan daerah-daerah nan kotor, kita bikin aktivitas massal dengan semua masyarakat, dengan agen-agen lingkungan, dengan LSM-LSM. Ayo kita bersihkan,” katanya saat menjadi narasumber dalam Talkshow Gerakan Indonesia ASRI, sebagai rangkaian dari Festival Bazar Kemendagri, di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Safrizal mengatakan, terdapat tiga aspek nan perlu menjadi perhatian dalam menangani persoalan sampah, ialah jumlah sampah, manajemen pengelolaan sampah, dan budaya membuang sampah. Dari sisi jumlah, Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah sampah per tahun terbanyak kelima di dunia.

Dalam konteks tersebut, Safrizal mengapresiasi Pandawara Group nan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak mengelola sampah, terutama dengan tidak membuangnya ke sungai, laut, maupun saluran air.

“Jangan buang sampah ke sungai, jangan buang sampah ke laut, jangan buang sampah ke got, jangan buang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Selain membangun kesadaran masyarakat, pengelolaan sampah perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Di wilayah penghasil sampah dalam jumlah besar, seperti DKI Jakarta dan Bekasi, pemerintah menginisiasi program waste-to-energy, ialah pengolahan sampah menjadi daya seperti listrik, panas, alias bahan bakar.

Sementara itu, pengurangan timbulan sampah dapat diperkuat melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), ialah mengurangi penggunaan peralatan nan berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali peralatan nan tetap layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru.

“Jadi, sudah ada programnya, sudah banyak anak-anak muda nan inovator-inovator, nan bergerak di bagian ini, nan krusial getok tularkan ke semua tempat, agar sampah berkurang,” ungkapnya.

Pendiri Pandawara Group Muchamad Ikhsan Destian mengatakan, golongan tersebut didirikan oleh lima pemuda nan tergerak setelah memandang banjir di Bandung Selatan. Banjir tidak hanya membawa air, tetapi juga sampah akibat tetap adanya masyarakat nan membuang sampah sembarangan ke sungai.

Kemendagri menghadirkan Pandawara Group untuk mengampanyekan Gerakan Indonesia ASRI mengenai kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah dalam Festival Bazar Kemendagri di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Kondisi tersebut mendorong mereka melakukan kerja hormat membersihkan sungai sekaligus membikin konten untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita misalkan memandang secara kegunaan [sungai] itu sangat-sangat membantu kita sebagai manusia. Dan di momen itu kita memutuskan untuk membikin fungsi, kita melakukan kerja bakti. Cuma saat itu kita memutuskan untuk mencoba apa ya, membikin konten sekalian dari aktivitas kerja hormat ini,” terangnya.

Lebih lanjut, co-founder Pandawara Group Muhammad Rifqi Sadulloh mengatakan, Pandawara Group bercita-cita mempunyai akomodasi pengolahan sampah sendiri agar sampah nan dikumpulkan dapat diolah secara mandiri. Saat ini, mereka baru dapat mengolah jenis sampah tertentu, seperti tutup botol.

“Kita itu ingin, gimana caranya, si sampah-sampah nan ada di sungai itu kita daur ulang menjadi value baru,” tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan