Liputan6.com, Jakarta - Tujuh hari berlalu, jemaah haji asal Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan belum juga ditemukan. Sebelum hilang, Firdaus terlihat sendirian meninggalkan hotel, Jumat (15/5/2026) pukul 09.04 waktu setempat.
Kemudian dalam rekaman CCTV terungkap jejak terakhir Firdaus. Dia sempat berakhir dan menanyakan arah masjid sebelum melangkah menjauh dari pemondokannya di wilayah Misfalah, Makkah.
Hal ini berasas penuturan sang istri, Nafsiah Nawan nan juga jemaah haji. Nafsiah menjelaskan, Firdaus menjalani aktivitas harian nan sangat terbatas dan berfokus pada ibadah. Suaminya hanya melakukan aktivitas berulang, seperti salat, rehat dan sesekali melangkah di sekitar hotel.
“Itu saja kegiatannya. Pulang, salat, tidur,” kata Nafsiah kepada tim Media Center Haji di Makkah, Selasa (19/5/2026).
Nafsiah menambahkan, suaminya mempunyai riwayat penyakit diabetes, serta gangguan saraf nan berakibat pada keahlian berjalan. Ia menyebut, langkah suaminya condong lambat dan tidak stabil, terutama saat kudu menempuh jarak jauh.
Kronologi Hilang
Dari rekaman CCTV hotel, Firdaus terlihat keluar dari pemondokan, kemudian melangkah ke arah kanan. Ia sempat berakhir di area depan gedung sebelum terlihat bertanya pada orang sekitar mengenai letak masjid.
“Di CCTV terdengar dia tanya, ‘Masjid di mana?’” ucap Nafsiah.
Setelah itu, Firdaus melangkah menjauh tanpa kembali ke hotel. Nafsiah menyebut, CCTV hanya merekam hingga area tertentu di sekitar gedung, sehingga tidak menunjukkan arah lanjutan pergerakan suaminya secara lengkap.
Saat terakhir terlihat, Firdaus mengenakan baju koko putih, sarung kotak-kotak hitam, dan sandal jepit. Nafsiah mengungkap, momen lenyap suaminya baru disadari beberapa jam setelah waktu Asar ketika dia tidak kembali ke kamar.
Ia sempat mengira Firdaus tetap berada di sekitar area hotel berbareng jemaah lain. Setelah menyadari kondisi tersebut, family dan petugas hotel langsung melakukan pencarian di sekitar penginapan dan area Masjidil Haram.
Anak-anak mereka di Indonesia juga langsung dihubungi untuk membantu koordinasi pencarian lintas jaringan keluarga.
Keluarga Tidak Putus Berdoa
Sejak kejadian, Nafsiah mengaku tidak dapat beristirahat dengan normal lantaran terus memikirkan keberadaan suaminya. “Saya nggak bisa tidur, mikirin dia di mana,” ucapnya.
Ia juga sempat mau ikut mencari ke luar hotel, namun dicegah family lantaran kondisi kesehatan dan kekhawatiran bakal tersesat. Ia kemudian diminta tetap berada di hotel sembari memantau berita dari petugas.
Meski dalam kondisi cemas, Nafsiah tetap berupaya menjaga keyakinan. “Tolong jangan berakhir doa, setiap malam family juga rutin,” katanya.
Firdaus tergabung dalam kloter JKG 27 Rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol Jakarta. Ketua Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyampaikan keprihatinan mendalam kepada pihak family dan memastikan operasi pencarian langsung digulirkan sejak laporan pertama diterima.
Area Penyisiran Diperluas
Petugas campuran menyisir sejumlah titik krusial di Makkah, mulai dari area perhotelan, area Masjidil Haram, hingga akomodasi kesehatan.
“Kami memastikan proses pencarian dilakukan secara serius, menyeluruh dan terus bersambung hingga saat ini,” kata Ichsan saat menggelar bertemu pers di Makkah, Rabu (20/5/2026).
Ichsan menjelaskan, laporan kehilangan secara resmi masuk melalui Kanal Kawal Haji keesokan harinya, Sabtu (16/5/2026). Data awal menyebutkan, jemaah meninggalkan pemondokan tanpa membawa kartu identitas apa pun.
PPIH telah membentuk beberapa tim pencarian nan disebar ke beragam titik strategis, termasuk menyisir jalur-jalur jalan utama. Demi mempercepat penemuan, tim tambahan dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam) Madinah apalagi ikut diterjunkan guna memperluas radius pencarian.
Cek Sejumlah Rumah Sakit
Selain melacak jalur fisik, petugas medis juga dikerahkan untuk melakukan pengecekan info pasien ke seluruh rumah sakit di Makkah dan wilayah sekitarnya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan jemaah tengah menjalani perawatan darurat di akomodasi kesehatan.
Tak hanya mengandalkan tim internal, PPIH juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Arab Saudi dan menerbitkan laporan resmi kehilangan untuk mempermudah pencarian di lapangan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·