
Presiden AS Donald Trump mengunggah diagram menunjukkan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS. (Foto: X/@WhiteHouse)
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengunggah diagram peta di platform Truth Social miliknya nan menggambarkan Venezuela dengan bendera Amerika di dalamnya dan label "Negara Bagian ke-51". Unggahan itu tampaknya menegaskan kemauan Trump untuk menjadikan Venezuela sebagai bagian dari AS.
Pada Senin (11/5/2026), Trump menyampaikan komentar kepada Fox News bahwa dia "secara serius mempertimbangkan" untuk menjadikan negara Amerika Selatan itu sebagai negara bagian baru.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menolak pendapat tersebut. Ia menyatakan bahwa negaranya "tidak pernah" mempertimbangkan untuk menjadi negara ke-51, apalagi setelah pasukan AS menangkap pemimpin nan digulingkan, Nicolás Maduro, pada Januari lalu.
"Kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan kemerdekaan kami, dan kami bakal terus memihak integritas, kedaulatan, serta kemerdekaan," kata Rodríguez kepada wartawan di Mahkamah Internasional, Den Haag, sebagaimana dilansir TRT.
Rodríguez telah mengawasi pencairan hubungan dengan Washington sejak menjabat, termasuk mengesahkan reformasi untuk membuka kembali sektor pertambangan dan minyak bagi perusahaan asing. Namun, dia tetap teguh pada prinsip kedaulatan negara.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, juga mengecam langkah tersebut dan menyebut pendapat itu "sama sekali bertentangan" dengan cita-cita Simón Bolívar. Petro beranggapan bahwa perubahan sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa "kehendak rakyat Venezuela."
Trump dikutip mengatakan bahwa AS telah mengendalikan negara kaya minyak itu setelah penangkapan Maduro pada 2 Januari. Sementara pihak oposisi Venezuela menuntut pemilihan umum, Rodríguez menyatakan pada 1 Mei bahwa dia "tidak tahu" kapan pemungutan bunyi baru bakal digelar, sembari mengisyaratkan bahwa perihal itu baru bakal terjadi "suatu saat nanti."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·