
Ilustrasi.
JAKARTA — Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dia telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk "menembak dan membunuh" setiap kapal mini nan tertangkap sedang memasang ranjau di Selat Hormuz. Pengumuman ini menandai peningkatan sikap garang AS di tengah masa gencatan senjata dengan Iran.
“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh setiap kapal... nan memasang ranjau di perairan,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada “keraguan” dalam melaksanakan perintah tersebut.
Presiden menyebut bahwa kapal-kapal nan terlibat kemungkinan besar adalah “kapal-kapal kecil” dan menyatakan bahwa sebagian besar kapabilitas angkatan laut Iran telah dihancurkan. Ia juga memerintahkan peningkatan operasi penyapuan ranjau AS hingga tiga kali lipat di selat tersebut, sebuah jalur pelayaran dunia vital nan menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Selat Hormuz tetap mengalami gangguan berat sejak Iran berupaya memblokir akses setelah dimulainya serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Pembersihan Ranjau Butuh Berbulan-bulan
Meskipun gencatan senjata saat ini telah diperpanjang tanpa pemisah waktu oleh Trump pada Selasa (21/4/2026) di tengah kebuntuan diplomasi, Pentagon memperingatkan Kongres bahwa pembersihan ranjau sepenuhnya dari selat tersebut dapat menyantap waktu hingga enam bulan.
Menurut laporan Washington Post, para personil parlemen diberitahu bahwa Iran mungkin telah menempatkan setidaknya 20 ranjau di dalam dan sekitar jalur air tersebut. Beberapa di antaranya dilaporkan ditempatkan secara jarak jauh menggunakan teknologi GPS, sehingga lebih susah untuk dideteksi dan dihilangkan.
Trump menunjukkan indikasi bahwa Iran mungkin sudah menyingkirkan beberapa ranjau dan menyatakan bahwa sebagian besar "penebar ranjau" Iran telah dihancurkan dalam serangan AS sebelumnya. Namun, Iran membantah telah menempatkan ranjau di selat tersebut dan menyebut tuduhan itu sebagai propaganda Amerika.
Meskipun demikian, media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan peta jalur kondusif bagi kapal di wilayah tersebut, nan memicu spekulasi lebih lanjut mengenai aktivitas militer di sekitar titik rawan tersebut.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·