Donald Trump menakut-nakuti serangan baru ke Iran kapan saja jika diperlukan. Teheran membalas dengan serangan terhadap sejumlah sasaran militer AS di kawasan.(White House)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menakut-nakuti Iran dengan serangan baru setelah militer AS menggempur sejumlah wilayah negara tersebut. Trump mengatakan AS siap melancarkan serangan kapan saja jika diperlukan. Pernyataan itu disampaikan Trump setelah serangkaian serangan AS terhadap sejumlah sasaran di Iran.
"Kami menghancurkan jauh lebih banyak daripada radar mereka tadi malam. Itu merupakan serangan nan sangat berat dan kami siap melakukan serangan lainnya kapan pun kami inginkan," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Kamis (3/9) WIB.
Ancaman tersebut menambah ketegangan setelah serangan AS menyasar sejumlah wilayah Iran, termasuk area pesisir dan bagian timur Selat Hormuz. Sejumlah provinsi di wilayah barat, barat daya, dan selatan Iran juga dilaporkan menjadi sasaran.
Salah satu serangan menghantam Kota Kuhestak di pesisir Selat Hormuz. Serangan itu menewaskan empat orang dan melukai 68 lainnya ketika mereka sedang menghadiri pesta pernikahan.
Di sisi lain, Teheran memperingatkan Washington Iran tengah menyiapkan strategi baru untuk menghadapi AS di medan perang, jalur diplomasi, dan tekanan ekonomi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengecam serangan terbaru dari AS. Dia menegaskan serangan terhadap penduduk sipil sebagai kejahatan perang.
Iran kemudian menyatakan telah melancarkan serangan jawaban terhadap sejumlah sasaran militer AS di kawasan. Sasaran nan disebut berada di Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, serta Erbil di wilayah Kurdistan Irak. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari kewenangan Teheran untuk mempertahankan diri.
"Respons Iran dilakukan sesuai dengan kewenangan inheren untuk memihak diri," kata kementerian tersebut.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Teheran tidak bakal menghadapi tekanan AS dengan pola lama. Menurut dia, strategi baru bakal diterapkan secara berbarengan di medan perang, diplomasi, dan menghadapi tekanan ekonomi.
"Dengan perjuangan putus asa ini, kalian bukan hanya kandas keluar dari neraka nan telah kalian ciptakan sendiri, tetapi kalian bakal segera memandang strategi baru Iran di medan perang, dalam diplomasi, dan dalam menghadapi blokade ekonomi nan bakal menghancurkan fondasi kalian," ujar Rezaei.
Teheran juga mendesak negara-negara di area agar tidak memberikan akses kepada militer AS untuk menggunakan wilayah mereka dalam operasi terhadap Iran.
Sejumlah negara Teluk sebelumnya telah menyatakan tidak bakal mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·