Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp) hingga tahun 2019 sekaligus menghentikan Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) 13 Gigawatt sebagai strategi memperkuat kemandirian dan swasembada daya nasional.
CEO Solar Karya Indonesia, Christopher Liawan menyambut positif sasaran pengembangan PLTS RI sebagai visi Indonesia dalam percepatan transisi daya menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Pengusaha berambisi sasaran besar PLTS ini diikuti oleh penguatan regulasi, prasarana hingga rantai pasok komponen pendukung di dalam negeri.
Pengembangan PLTS 100 GWp bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi RI nan bisa menyerap lapangan kerja hingga mendorong pengembangan industri sektor mengenai dan percepatan transisi daya RI.
Seperti apa pelaku upaya memandang upaya percepatan proyek PLTS 100 GWp? Selengkapnya simak perbincangan Shania Alatas dengan CEO Solar Karya Indonesia, Christopher Liawan dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 04/09/2026)
36 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·