Truk Tabrak Pembatas Tol Ungaran Semarang, Lalin Macet 1,4 Kilometer

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Antrian kendaran di Jalan Tol Semarang - Solo KM 430+900 B arah Jakarta pada Kamis (27/8) malam akibat truk tabrak median jalan. Foto: Dok. Istimewa

Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Semarang-Solo KM 430+900, wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (27/8) sore. Insiden tersebut menyebabkan kemacetan sepanjang 1,4 kilometer di lajur menuju Jakarta hingga malam ini.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Prajudi mengatakan, kecelakaan nan terjadi sekitar pukul 14.25 WIB itu bermulai ketika sebuah truk kontainer nan melaju dari arah Nganjuk menuju Jakarta tiba-tiba menabrak median jalan.

"Menabrak median jalan. Posisi akhir kendaraan truk miring, bagian roda kiri berada di atas, melintang menutup semua lajur," ujar Prajudi, Kamis (27/8) malam.

Ia menduga kecelakaan terjadi lantaran pengemudi truk mengantuk sehingga kurang mengantisipasi jarak aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Penyebab kejadian diduga pengemudi mengantuk mengakibatkan kurang antisipasi jarak aman. Tidak terdapat korban pada kejadian ini," jelasnya.

Prajudi meminta maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan nan ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut. Saat ini, pertimbangan telah dilakukan oleh petugas, termasuk dari Polres Semarang.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan nan ditimbulkan atas kejadian ini dan mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, pastikan kondisi kendaraan laik jalan. Jika lelah, dapat beristirahat di rest area nan telah disediakan," ucap Prajudi.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Semarang AKP Raymond Daniel Titaheluw mengatakan proses pemindahan truk nan terlibat kecelakaan tetap berlangsung.

"Njih, minta waktu, tetap proses evakuasi," ujar Raymond.

Ia menyebut, akibat kejadian tersebut, hanya satu lajur nan dapat dilalui pengguna jalan tol. Kondisi itu menyebabkan antrean kendaraan sepanjang 1,4 kilometer.

"Kondisi merayap, antrean kendaraan sekitar 1,4 kilometer," kata Raymond.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan