Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menyoroti adanya beras nan terlalu lama tersimpan di dalam penyimpanan sehingga kualitasnya menurun. Ia meminta agar beras tersebut tak dijadikan support pangan.
Titiek mengungkap ada 1,3 juta ton beras dari total stok sekitar 5 juta ton, nan sudah berumur 1,5 tahun.
“Jadi, tolong diperhatiin lagi stoknya agar berputarnya lebih sigap lagi. Bantuan-bantuan jika emang jangan sampai ada lagi nih, jika saya minta agar nan di atas satu tahun, satu separuh tahun itu dijadiin buat pakan aja lah Pak. Jangan jangan buat support pangan lagi,” kata Titiek kepada Mentan Amran Sulaiman dalam rapat kerja Kementan dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Rabu (10/6).
Merespons itu, Amran juga sudah melakukan koordinasi langsung dengan Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
“Kami sudah panggil Dirutnya kemarin dan tadi pagi, baru tiba dari Cina. Saya katakan Pak Dirut, ini pasti ditanya besok. Ini jangan Bapak nan melakukan masalahnya ke saya. Oh siap Pak Menteri (kata Rizal ke Amran), rincikan saya berapa nan rusak, you kudu terbuka,” ujar Amran.
Amran menjelaskan, saat ini memang dari 5.305.594 ton stok beras, sekitar 1,76 persen alias 93.488 ton di antaranya memang mengalami penurunan mutu. Namun, dari jumlah tersebut sebagian besar tetap bisa diolah.
Sementara untuk beras turun mutu nan sudah tak bisa diolah kembali, Amran menjelaskan nantinya beras turun mutu itu bisa diolah menjadi tepung.
“Masih bisa diolah, diperbaiki 93.488 ton. Ini tetap bisa diperbaiki sebagian besar. Atau tapi jika tidak, mungkin 10 persen, katakanlah 9.000 ton itu menjadi tepung. Dan harganya tetap bagus,” kata Amran.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·