Tips Mencegah Bonk Saat Lari ala Coach Syahrul

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Ilustrasi Lari. Foto: New Africa/Shutterstock

Para pelari mungkin kerap mengalami bonk alias hitting the wall saat melakukan latihan, terutama ketika berlari jarak jauh. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tubuh nan lemas, pace menurun, pusing, hingga kehilangan tenaga secara tiba-tiba.

Mengutip laman Runner’s World, bonk merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kelelahan ekstrem lantaran kehabisan glikogen secara fungsional. Saat persediaan bahan bakar ini menipis, tubuh pun kesulitan menghasilkan daya nan cukup untuk melanjutkan aktivitas.

Nah, agar kejadian semacam ini nggak terjadi, Anda tentu memerlukan persiapan nan tepat sebelum dan selama latihan. Lantas, gimana langkah mencegah bonk saat lari? Yuk, kepoin tips dari Kapten kawan kumparan Runnning Club di bawah ini!

Tips Mencegah Bonk Saat Berlari

Ilustrasi lari. Foto: sutadimages/Shutterstock

Coach Syahrul, selaku pemegang Certified Coach Lv1 by World Athletics, membagikan beberapa tips nan bisa Anda terapkan untuk mencegah bonk saat berlari. Yuk, simak beberapa tipsnya berikut ini:

1. Perhatikan Asupan Sebelum dan Saat Berlari

Coach Syahrul menyarankan pelari melakukan refueling dengan mengonsumsi air putih, gel, alias energy bar sebelum dan selama berlari. Menurutnya, nggak ada patokan unik mengenai berapa kilometer alias berapa menit sekali kudu melakukan refueling, lantaran setiap orang mempunyai kebutuhan nan berbeda.

“Yang kudu dipelajari saat latihan, kapan tubuh Anda memerlukan keduanya antara air putih dan gel agar ketika race terbiasa,” tuturnya.

2. Lakukan Latihan Fisik secara Terstruktur

Ilustrasi lari. Foto: ChrisVanLennepPhoto/Shutterstock

Selain mengatur asupan, pola latihan nan terstruktur juga krusial dilakukan. Coach Syahrul menjelaskan bahwa latihan dapat dibagi menjadi tiga tahap, ialah base training, specific training, dan tapering.

  • Base Training: Tahap untuk membangun fondasi kebugaran dan daya tahan tubuh.

  • Specific Training: Latihan mulai dibuat lebih spesifik sesuai sasaran nan mau dicapai, misalnya menyesuaikan jarak, pace, alias intensitas dengan kebutuhan race.

  • Tapering: Tahap mengurangi volume latihan menjelang hari perlombaan.

Di samping itu, latihan juga perlu divariasikan antara easy run, latihan kecepatan, strength training, serta didukung dengan asupan nutrisi nan baik dan rehat nan cukup.

3. Segera Lakukan Refueling Saat Mengalami Bonk

Kalau tubuh mendadak mengalami bonk di tengah lari alias saat mengikuti kompetisi, Coach Syahrul menyarankan untuk segera melakukan refueling. Kamu bisa mengonsumsi minuman dan asupan nutrisi seperti gel alias energy bar untuk membantu memenuhi kembali kebutuhan daya tubuh.

Namun, jangan memaksakan diri untuk terus berlari dengan intensitas nan sama ketika tubuh sudah kehilangan tenaga, ya. Beri kesempatan tubuh untuk mendapatkan asupan dan pulih sebelum kembali melanjutkan lari.

Jangan ketinggalan info event Fun Run! Gabung organisasi kawan kumparan Running Club sekarang http://kum.pr/running

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan