Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial memastikan kesiapan pemerintah pusat untuk memberikan support tambahan berupa biaya tali asih dan santunan bagi para korban meninggal bumi maupun luka-luka akibat musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data terbaru, korban meninggal 70 orang.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengatakan kementeriannya dalam perihal ini mengalokasikan biaya santunan senilai Rp 15 juta untuk masing-masing mahir waris korban meninggal dunia. Serta Rp5 juta bagi setiap korban luka berat.
Kemensos mencatat setidaknya sampai saat ini ada sebanyak 70 korban meninggal bumi dan 199 orang korban luka berat akibat musibah gempa bumi di sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Flores itu nan masuk sebagai calon penerima biaya santunan.
"Jadi secara keseluruhan disiapkan Rp 1,05 miliar untuk mahir waris meninggal bumi dan Rp 995 miliar untuk korban luka-luka," kata dia menegaskan.
Kapan Pencairan Dilakukan
Dia menjelaskan bahwa pencairan biaya santunan dilakukan secara berjenjang dan langsung diserahkan begitu info identitas mahir waris terverifikasi.
Kemensos berbareng pemerintah wilayah setempat bakal berupaya secepatnya memperbarui info diri korban meninggal bumi dan luka berat ini nan dimungkinkan untuk menerima support tambahan.
Dari jumlah tersebut, dia menyebut bahwa ada dua orang mahir waris nan sudah menerima langsung support biaya tali asih lantaran pedoman datanya sudah terverifikasi.
"Ada dua, support santunan telah diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sementara penyaluran sisa santunan bakal dituntaskan segera setelah koordinasi pendataan berbareng pemda rampung," cetusnya.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·