Timnas Futsal Indonesia Jadi Runner up Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Soroti Keputusan Wasit

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Timnas Futsal Indonesia Jadi Runner up Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Soroti Keputusan Wasit

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, bangga dengan perjuangan anak asuhnya usai jadi runner up Piala AFF Futsal 2026 (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)

NONTHABURI – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, bangga dengan perjuangan anak asuhnya usai jadi runner up Piala AFF Futsal 2026. Namun, dia juga menyoroti sejumlah keputusan wasit terutama soal pelanggaran.

Timnas Futsal Indonesia menelan kekalahan tipis 1-2 dari Thailand pada partai final nan berjalan di Nonthaburi Hall, Bangkok, Minggu 12 April 2026 malam WIB. Hasil nan cukup disayangkan lantaran Skuad Garuda bisa unggul lebih dulu lewat gol Andres Dwi Persada. 

 Instagram/@futsalthailand_official) Timnas Futsal Indonesia vs Thailand (Foto: Instagram/@futsalthailand_official)

Namun Thailand sukses membalikkan keadaan berkah gol Itticha Praphaphan melalui penalti dari titik kedua di dua detik terakhir babak pertama. Kemudian, gol kemenangan tuan rumah dicetak lewat tendangan keras Panat Kittipanuwong. 

1. Bangga

Meski kalah, Souto mengaku sangat bangga dengan para pemain Timnas Futsal Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu menilai anak asuhnya telah memberikan penampilan luar biasa dengan menghadapi Thailand nan bisa dibilang turun dengan kekuatan penuh. 

“Sejujurnya saya sangat bangga dengan para pemain kami dan staf kami. Saya pikir klub-klub mereka di Indonesia dan teman-teman mereka kudu bangga pada mereka, atas kerja keras nan telah mereka lakukan. Mereka telah memainkan permainan nan luar biasa,” kata Souto, dikutip Senin (13/4/2026).

Pria berumur 44 tahun itu menyoroti keputusan wasit dalam pertandingan tersebut setelah memberikan Thailand penalti dari titik kedua lantaran Timnas Futsal Indonesia mengoleksi enam pelanggaran. Hasilnya, tuan rumah sukses menyamakan kedudukan di pengujung babak pertama. 

Namun begitu, Souto mengakui Thailand bermain bagus di babak kedua daripada anak asuhnya. Ia menilai Muhammad Sanjaya dan kawan-kawan kesulitan menembus pertahanan tuan rumah di awal permainan babak kedua. 

“Saya pikir di babak pertama kami mengendalikan permainan dan mereka tidak mempunyai 1 pun peluang. Saya pikir kami mendapatkan 6 pelanggaran nan menurut pendapat saya tidak semuanya adalah pelanggaran. Dan jujur, saya katakan saya merasa dihukum oleh wasit terlalu banyak,” ujar Souto.

“Jadi mereka bisa menyamakan kedudukan dengan tendangan 10 meter (penalti kedua) di mana sebelumnya kami unggul 1-0, kami mempunyai 3 alias 4 kesempatan bersih untuk mencetak gol dalam 2 serangan kembali dan 1 penyelesaian,” imbuh mantan pembimbing Bintang Timur Surabaya itu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com