Niko Prayoga
, Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |07:03 WIB

Ilustrasi cokelat membikin hati senang. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Bagi banyak orang, memulai hari dengan secangkir kopi hitam untuk memicu fokus, alias menyesap teh hangat di sore hari demi meredakan stres, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari style hidup modern. Tak jarang pula, kudapan coklat dijadikan penawar suasana hati nan buruk, sementara sajian pedas ber-cabai menjadi penambah selera makan nan bikin ketagihan.
Namun, pernahkah Anda membayangkan bahwa beragam pengaruh menyegarkan, menenangkan, hingga sensasi terbakar di lidah tersebut sebenarnya berasal dari sistem pertahanan diri tanaman?
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Profesor Agustino Zulys dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa tanaman mempunyai langkah luar biasa dalam melindungi diri dari ancaman sekitar. Karena tidak mempunyai keahlian bergerak untuk melarikan diri saat diserang serangga alias predator, tanaman memproduksi senyawa kimia alami berparasit pahit dan beracun.
“Tanaman tidak bisa lari ketika diserang serangga. Mereka memperkuat dengan langkah nan luar biasa membikin senyawa kimia nan pahit dan beracun. Kelompok senyawa ini disebut alkaloid. Bagi tanaman, alkaloid adalah pestisida alami. Tetapi bagi manusia, dalam dosis mini justru bisa mempengaruhi kerja otak,” ujar Prof. Zulys, dikutip Minggu (9/8/2026).
Interaksi antara senyawa alkaloid dan sistem saraf manusia inilah nan menciptakan respons berjenjang serta unik pada tubuh tergantung pada jenis bahan pangan nan dikonsumsi. Pada minuman terkenal seperti kopi dan teh, misalnya, kandungan utamanya adalah kafein.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·