Tiba-tiba Menhub Dudy Minta Warga Green Line Sabar, Kenapa?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi meminta para pengguna Commuter Line alias KRL Green Line, rute Tanah Abang-Rangkasbitung, untuk bersabar menunggu proses peningkatan kapabilitas jalur tersebut. Pemerintah menargetkan elektrifikasi dan peningkatan kapabilitas lintas itu dapat rampung pada 2027, meski proses pekerjaan baru bakal dimulai tahun ini.

Dudy mengatakan, Green Line menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah saat ini, lantaran lonjakan jumlah penumpang nan terus terjadi, sementara jarak antar perjalanan (headway) tetap cukup panjang.

"Green Line, nan ke Rangkasbitung dari Tanah Abang. Harapannya kelak hari apa ya kita mau mulai (proyek penambahan elektrifikasi). Jadi progres nan paling sigap (dikebut) itu adalah nan Green Line nan dari Tanah Abang ke Rangkas elektrifikasinya ya," kata Dudy dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, peningkatan jasa dibutuhkan agar masyarakat nan menggunakan jalur tersebut dapat memperoleh gelombang perjalanan nan lebih baik.

"Jadi harapannya, nan ke arah Rangkasbitung itu bisa segera terlayani, lantaran memang headway-nya agak terlalu jauh ya. Kemudian jumlah penumpang itu sudah semakin banyak di jalur Green Line, sehingga kita PT KAI barangkali memprioritaskan nan Green Line ya untuk segera dilakukan elektrifikasi peningkatan kapasitasnya," ujarnya.

Selain elektrifikasi, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapabilitas rangkaian kereta. Salah satunya dengan penggunaan kereta nan lebih besar, serta penambahan jumlah gerbong menjadi 12 rangkaian (SF12).

"Mungkin juga malah mengganti gerbongnya, lebih panjang, lebih lebar, seperti nan ke arah Bekasi ya, sudah lebar kan. Nah itu kelak kita bakal gunakan kurang lebih untuk kereta nan sejenis itu ke arah Rangkasbitung," ucap dia.

"Meningkatkan elektrifikasinya, kemudian kita bisa menambah kapabilitas angkut menjadi 12 gerbong, mungkin juga mengganti kereta menjadi nan lebih besar lagi sehingga bisa menambah kapasitas," sambungnya.

Ia menjelaskan, proyek tersebut memerlukan pembangunan prasarana kelistrikan baru, termasuk penggantian gardu listrik di sepanjang jalur menuju Rangkasbitung.

"Itu nan pengerjaannya kita.. kudu mengganti gardu, pemasangan gardu baru," tutur Dudy.

Saat ditanya sasaran penyelesaian proyek tersebut, Dudy berambisi pekerjaan dapat diselesaikan pada 2027.

"Harapannya sih bisa cepat. Makanya saya kemarin ke Pak Dirjen Perkeretaapian, 'kapan mulai dikerjakan?' lantaran mereka kudu mengganti gardu listriknya dengan nan baru, dan itu kan lumayan panjang tuh sampai ke Rangkasbitung ya," ucapnya.

"Saya sih berambisi itu bisa sigap dan bisa selesai di tahun 2027 sih mudah-mudahan," lanjut dia.

Namun ketika ditanya apakah proyek itu bisa selesai lebih sigap pada tahun ini, Dudy menegaskan, masyarakat perlu bersabar lantaran proses pembangunan prasarana memerlukan waktu.

"Sabar. Jadi tahun ini mulai. Kalau bangun rumah saja tiga tahun. Jadi minta bersabar, lantaran kan ada prosesnya. Dengan segala dinamikanya, kita berupaya untuk sesegera mungkin merealisasikan peningkatan elektrifikasi ke seluruh jalur," kata Dudy.

Ia memastikan, pemerintah memahami angan masyarakat dan bakal berupaya mempercepat realisasi proyek tersebut.

"Kita memahami,kita juga mengerti angan dan tuntutan masyarakat, dan kita bakal berupaya secepat mungkin, sesegera mungkin memenuhi apa nan menjadi angan daripada masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono menambahkan, proses pembangunan gardu baru bakal dimulai bulan depan.

"Bulan depan dimulai (proyek penambahan gardu untuk elektrifikasi), harapannya tahun depan selesai, paling lambat selesai di tahun 2028," kata Allan.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News