Temui Operator Ojol, Dishub DKI Minta Perkantoran Sediakan Shelter

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meminta perkantoran menyediakan shelter bagi pengemudi ojek online (ojol). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menata parkir dan mengurangi aktivitas parkir di badan jalan.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan nan dipimpin Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, berbareng perwakilan organisasi pengemudi ojek online, operator transportasi daring, PT Blue Bird Tbk, Green SM, organisasi keselamatan berkendara, hingga kepolisian.

"Penataan parkir perlu diiringi dengan penyediaan pengganti nan lebih baik bagi para pengemudi sehingga ketertiban di jalan dapat terwujud tanpa mengabaikan kebutuhan mereka dalam melayani masyarakat," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain membahas penyediaan shelter, Dishub DKI juga mengkaji relaksasi parkir berbareng operator transportasi daring dan pengelola gedung. Kajian tersebut menjadi salah satu opsi untuk mendukung aktivitas naik-turun penumpang tanpa menggunakan badan jalan.

Pada letak nan dikelola Dishub DKI, akomodasi shelter juga mulai disediakan. Salah satunya berada di Terminal Terpadu Pulo Gebang nan telah dimanfaatkan sebagai shelter bagi pengemudi.

Ke depan, Dishub berambisi penyediaan shelter dapat diperluas ke beragam area gedung perkantoran di Jakarta melalui kerja sama dengan para pengelola gedung.

"Dalam waktu dekat, bakal dilakukan pembahasan dengan pihak pengelola gedung juga operator ojek online dan operator pikulan penumpang. Selain itu, juga bakal ada peresmian shelter ojek online, nan merupakan hasil inisiasi berbareng Grab di Wisma Kosgoro dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Tak hanya konsentrasi pada penataan parkir, Dishub DKI juga menggandeng beragam pemangku kepentingan untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Sebagai tindak lanjut, Dishub berbareng mitra bakal menggelar Seminar Safety Driving nan diikuti sekitar 200 pengemudi dari beragam operator taksi dan ojek online.

Seminar tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengemudi mengenai budaya berkendara nan aman, tertib, dan saling menghormati di jalan sehingga keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya semakin terjaga.

Budi menegaskan komunikasi dengan organisasi pengemudi dan para operator bakal terus dilakukan. Menurutnya, penataan parkir kudu melangkah beriringan dengan peningkatan keselamatan berkendara agar kegunaan jalan sebagai ruang mobilitas masyarakat dapat kembali optimal.

"Kami bakal terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar penataan parkir melangkah seiring dengan peningkatan keselamatan berkendara," tutupnya.

(bel/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News