Telur Orak-Arik vs Roti Selai Kacang: Mana Sarapan Terbaik untuk Jaga Gula Darah?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

 Mana Sarapan Terbaik untuk Jaga Gula Darah?

Telur orak arik. (Foto: dok Magnific)

JAKARTA – Memilih menu sarapan pagi terkadang bisa membikin bingung, apalagi buat Anda nan sedang berupaya menjaga agar kadar gula darah tidak naik turun secara drastis. Dari sekian banyak pilihan, telur orak-arik (scrambled eggs) dan roti panggang selai kacang (peanut butter toast) sering kali menjadi menu jagoan lantaran praktis dan lezat. Namun, jika keduanya diadu, menu mana nan sebenarnya lebih berkawan untuk kestabilan gula darah?

Melansir EatingWell, kedua menu sarapan favorit ini rupanya mempunyai langkah kerja nan berbeda di dalam tubuh. Berikut adalah perbandingannya untuk membantu Anda menentukan pilihan sarapan pagi ini.

Telur Orak-Arik: Sang Juara Tanpa Karbohidrat

Buat Anda nan sangat ketat menjaga gula darah, telur orak-arik bisa dibilang sebagai pilihan nan paling aman. Mengapa demikian? Kuncinya ada pada absennya karbohidrat.

Telur merupakan sumber protein dan lemak sehat nan padat gizi. Karena nyaris tidak mengandung karbohidrat sama sekali, mengonsumsi telur tidak bakal memicu lonjakan gula darah di dalam tubuh. Selain itu, kandungan protein nan tinggi terbukti efektif membikin perut merasa kenyang lebih lama.

Agar nutrisinya semakin kaya, para mahir gizi menyarankan untuk menambahkan sayuran ke dalam adukan telur. Campuran bayam, potongan tomat, alias jamur tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga menyumbang serat nan sangat baik untuk pencernaan.

Roti Panggang Selai Kacang: Kombinasi Penyeimbang

roti selai kacang Roti selai kacang. (Foto: dok Magnific)

Berbeda dengan telur, roti panggang selai kacang tentu mengandung karbohidrat nan berasal dari roti. Secara alami, karbohidrat ini bakal dipecah menjadi gula oleh tubuh. Namun, Anda tak perlu khawatir.

Lemak sehat dan protein nan terkandung di dalam selai kacang bertindak sebagai "rem" alami. Keduanya bekerja memperlambat proses pencernaan karbohidrat tersebut. Hasilnya, gula darah bakal naik secara perlahan dan bertahap, bukan melonjak secara tiba-tiba.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com