Pramono Anung: Pemprov DKI Siapkan LPDP Jakarta Mulai 2027

Sedang Trending 21 menit yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam bertemu pers usai aktivitas Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026, di Gereja HKBP Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta bakal menyiapkan program danasiwa LPDP Jakarta untuk membiayai anak-anak Jakarta untuk sekolah hingga ke luar negeri mulai 2027.

Hal tersebut diungkapkan Pramono saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026 di Gedung Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).

“Mulai dengan tahun 2027 baru pertama kali saya mengeluarkan apa nan disebut dengan LPDP Jakarta. Jadi pemerintah DKI Jakarta bakal menyekolahkan anak-anak Jakarta untuk sekolah ke luar negeri dan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono dalam sambutannya, Sabtu (22/8).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam bertemu pers usai aktivitas Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026, di Gereja HKBP Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Pramono meyakini pendidikan adalah dasar utama nan diperlukan untuk merubah nasib keluarga. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri nan dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi lantaran danasiwa pemerintah.

“Hanya dia bisa sekolahkan alias dia nan bisa sekolah di luar negeri, sekolah di Columbia, sekolah di perguruan-perguruan tinggi utama, pasti dia bisa menjadi lokomotif perubahan dalam keluarganya,” jelas Pramono.

“Saya ini anaknya pembimbing SMA, tujuh bersaudara, enggak mungkin bisa sekolah S1, S2, S3 tanpa danasiwa dari pemerintah,” lanjut Pramono.

Karenanya, dia merasa berterima kasih atas perihal itu. Ia menegaskan hal-hal nan berangkaian dengan pendidikan, kesehatan, hingga alas sosial tidak boleh dikurangi.

“Jadi saya berterima kasih untuk itu. Belajar dari itu maka saya di Balai Kota betul-betul perihal nan berangkaian dengan pendidikan, kesehatan, alas sosial, sama sekali tidak boleh dikurangi,” tegas Pramono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan