Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan sasaran pertumbuhan ekonomi mencapai 8% di 2029 bukanlah sebagai sasaran belaka, melainkan sasaran nan ditempuh tidak mudah lantaran butuh kebijakan nan masif.
Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Herman Saheruddin mengatakan sasaran pertumbuhan ekonomi berbeda dengan proyeksi ekonomi.
"Jadi sasaran pertumbuhan ekonomi 8% itu, kita kudu mengingat bahwa nan namanya sasaran itu beda dengan proyeksi. Kalau teman-teman ekonom, proyeksi artinya menebak realisasinya bakal berapa. Tapi jika sasaran itu adalah kita mau menuju ke sana. Kalau sasaran kita tinggi, misalnya sasaran kita 8%, kita dapet 5,6%, itu sudah bagus, lantaran biasanya kita stagnan di 5%, dan kita juga perlu aware bahwa itu adalah pada saat bumi mengalami gejolak," kata Herman saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2026).
Herman melanjutkan, untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi 8% di 2029 tidaklah mudah, kudu ada kebijakan nan saling terintegrasi kuat antara pemerintah dan lembaga terkait.
"Jadi artinya itu tidak mudah, tetapi dengan beragam bauran kebijakan, pada saat nan dilakukan oleh Kemenkeu, Bank Indonesia, dan juga lembaga-lembaga KSSK lainnya, kita bisa tumbuh sebesar itu," terangnya.
Pihaknya pun menjelaskan istilah dari self-fulfilling prophecy, sebuah ramalan nan terwujud dengan sendirinya, di mana jika pemerintah tidak percaya dengan sasaran pertumbuhan ekonomi, maka ekonomi Indonesia bakal terus bergerak secara stagnan.
"Seperti nan pernah disampaikan Pak Menteri (Purbaya) tentang istilah self-fulfilling prophecy, nan kita khawatirkan, jika kita sendiri tidak percaya bahwa kita bisa tumbuh lebih baik, ya kita bakal di situ-situ aja. Nah masalah dalam penyelenggaraan programnya itu secara mikro adalah nan perlu diperbaiki, nah ini makanya kita kawal bareng-bareng biar bisa lakukan perbaikan sehingga akibat makronya itu bisa lebih besar," jelasnya.
(chd/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·