Tangani Karhutla, Kepala BNPB dan Menhut Berkantor di Kalteng

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memutuskan untuk berkantor di Kalimantan Tengah selama beberapa hari ke depan guna mengawal langsung penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Suharyanto menyebut keputusan itu diambil di tengah kondisi kabut asap dan belum turunnya hujan di Kalteng selama sepekan terakhir.

"Kami berdua juga nan tadinya hanya berjamu kembali memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah," kata Suharyanto dikutip dari keterangan tertulis, Senin (21/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto membeberkan dari hasil pemantauan, total luas lahan nan terbakar mencapai sekitar 180 hektare. Kata dia, satgas darat sejauh ini sudah sukses memadamkan sekitar 150 hektare dalam sehari, sehingga tersisa sekitar 30 hektare nan tetap dalam proses pemadaman.

Kendati demikian, Suharyanto menyebut penanganan belum selesai. Sebab, setiap hari tetap muncul titik kebakaran baru dan lahan gambut nan telah padam dapat kembali menyala.

Selain itu, kabut asap juga tetap menjadi tantangan lantaran tidak ada teknologi nan dapat langsung menghilangkan asap. Menurut Suharyanto, ada dua aspek nan dapat membantu mengurai asap, ialah angin dan hujan.

Atas dasar itu, pemerintah pun mengupayakan hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, penyelenggaraan OMC ini juga sempat mengalami kendala.

Satu pesawat OMC nan berada di Bandara Cilik Riwut sebelumnya tidak dapat beraksi lantaran jarak pandang alias visibility rendah. Untuk mengatasi hambatan tersebut, mulai malam berikutnya operasi OMC bakal dilakukan dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun.

Menurut Suharyanto, keputusan berkantor di Kalteng dilakukan untuk mengawal upaya tersebut hingga OMC sukses dan hujan turun.

"Supaya sampai dengan kelak operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca nan sekarang dipenuhi oleh kabut asap," ujarnya.

Sementara itu, Menhut Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah terus memaksimalkan potensi awan hujan nan ada. Kata dia, perihal ini sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto agar mengurangi akibat karhutla.

"Kita bakal maksimumkan segala potensi nan ada, lantaran ini juga perintah Bapak Presiden agar akibat karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalisir," kata dia.

Lebih lanjut, Raja Juli menyampaikan hukuman berupa pencabutan izin perusahaan juga diharapkan bisa memberikan pengaruh jera. Diketahui, Kemenhut sebelumnya kembali mencabut lima izin perusahaan mengenai karhutla.

"Ini juga sesuai perintah Bapak Presiden penegakkan norma nan tidak pandang bulu, tidak hanya tajam pada nan mini tapi juga tajam ke atas. Oleh lantaran itu berambisi ini menjadi pengaruh jera pada seluruh perusahaan lain nan berada di bawah Kementerian Kehutanan," tutur dia.

(dis/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional