Tanah Abang Tak Aman: Kemarin Tukang Bubur, Sekarang Sopir Bajaj Dipalak Preman

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Sejumlah Bajaj terparkir di Jakarta. Foto: Idlan Dziqri Mahmudi/ANTARA FOTO

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Tanah Abang nan tak pernah betul-betul tidur, rasa kondusif kian terasa mahal. Setelah kisah tukang bubur nan dipalak bikin heboh, sekarang giliran pengemudi bajaj nan mengalami nasib serupa: diperas saat cari nafkah.

Seperti apa cerita dua pekerjaan itu kena palak?

Preman Palak Tukang Bubur Rp 300 Ribu

Ilustrasi penangkapan preman. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Pemalakan terhadap tukang bubur di Tanah Abang ramai diperbincangkan. Pria nan diduga preman terekam menghancurkan mangkuk tukang bubur tersebut. Netizen geram melihatnya.

Peristiwa tersebut terjadi di area Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/4). Berdasarkan narasi nan beredar, pelaku diduga mengamuk lantaran tidak diberikan duit jatah bulanan Rp 100 ribu.

Pelaku kemudian mengambil tumpukan mangkuk dari gerobak pedagang dan membawanya ke atas trotoar. Ia kemudian membanting mangkuk-mangkuk tersebut hingga hancur berkeping-keping di depan sang pedagang.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menyebut ada tiga pelaku nan bertindak memalak. Ketiganya sudah ditangkap.

"Piket reskrim telah mengambil keterangan korban dan melakukan koordinasi dengan pak RW, kemudian sukses membawa pelaku berjumlah 3 orang berjulukan TDT (26), DA (36), dan OP (36) penduduk Kampung Bali," kata Dhimas kepada wartawan, Jumat (10/4).

Ilustrasi bubur ayam Foto: dok.shutterstock/aris setya

Dhimas menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.40 WIB. Berdasarkan laporan masyarakat, para pelaku diduga melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kekerasan.

Berbeda dengan narasi di media sosial nan menyebut nomor Rp 100 ribu, polisi mengungkap para pelaku meminta nominal nan lebih besar disertai ancaman senjata tajam.

"Pelapor sedang jual beli bubur di TKP dan datang tiga orang pelaku meminta duit jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu, sembari menakut-nakuti bakal menusuk andaikan tidak di berikan," terang Dhimas.

Saat penangkapan, polisi turut menyita peralatan bukti berupa senjata tajam. Selain itu, para pelaku juga diketahui positif menggunakan sabu.

"Pelaku juga telah dilakukan cek urine dengan hasil ketiganya positif metamphetamine [sabu]," ucap Dhimas.

Sopir Bajaj Kena Palak Rp 100 Ribu

Ilustrasi pengemudi bajaj. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tak lama setelah gempar pemalakan tukang bubur, sekarang pengemudi bajaj nan kena. Lokasinya sama: Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam video nan beredar di media sosial, terlihat seorang laki-laki meminta duit setoran kepada pengemudi bajaj. Salah satu pengemudi mengaku kudu menyetor hingga Rp 100 ribu setiap harinya.

Jika pengemudi menolak memberi, mereka disebut bakal diteriaki maling hingga berujung kekerasan.

Bahkan, dalam video tersebut, tampak kondisi bajaj dengan kaca pecah dan pintu rusak nan diduga akibat dipukul lantaran pernah menolak untuk memberikan uang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kanan) usai Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak bakal mentoleransi tindakan premanisme dan meminta Satpol PP bertindak tegas.

“Kemarin saya sudah memandang videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap perihal itu, tidak ada kompromi lagi,” ujar Pramono, kemarin.

Pramono menegaskan, praktik premanisme tidak boleh dibiarkan berkembang lantaran berkarakter merugikan. Ia pun tidak bakal memberikan kompromi untuk tindakan tersebut.

“Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak),” jelas dia.

Ilustrasi polisi. Foto: Shutterstock

Secara paralel, polisi juga bergerak memburu pelaku pemalakan.

"Saat ini personil tetap melakukan lidik (penyelidikan) untuk menemukan pelaku nan diduga melakukan pemalakan," ujar Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, kemarin.

Ia menambahkan, polisi juga melakukan koordinasi dengan beragam lembaga mengenai guna mencegah tindakan premanisme di wilayah tersebut.

"Dan melakukan koordinasi dengan pihak mengenai misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan untuk laksanakan patroli bersama-sama di wilayah rawan pungli," ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan juga memerlukan peran serta masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga lingkungan masing-masing.

"Agar semua pihak mengenai tidak hanya kepolisian bisa mencegah sebelum perihal tersebut terjadi. Termasuk meminta kesadaran penduduk sekitar menjaga lingkungannya masing-masing melalui Lurah, RW dan, RT," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan