Salsabila (13), siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 3 Pekanbaru tampil memukau saat Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di Sentra Abiseka, Pekanbaru, Riau, Minggu (14/6/2026). Puisi nan dia bacakan di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bisa membikin para peserta dan tamu undangan berlinang air mata haru.
Puisi berjudul 'Di Tepi Siak, Aku Bermimpi' nan dibacakan Salsabila menggambarkan perjalanan angan anak dari family sederhana di Pekanbaru nan tumbuh dengan nilai-nilai kesabaran, kerja keras, optimisme, dan angan orang tua. Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan nan lebih baik.
Puisi itu juga menunjukkan bahwa negara datang memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang bisa secara ekonomi untuk tumbuh, berprestasi dan memperoleh pendidikan dengan kualitas nan baik melalui Sekolah Rakyat. Sehingga mereka bisa mempunyai masa depan nan baik.
Mata Gus Ipul serta para peserta open house tampak berbinar-binar saat mendengarkan puisi nan dibacakan oleh Salsabila.
"Salsabila, Anda tadi baca (puisi) luar biasa," puji Gus Ipul.
Para tamu dan peserta open house nan datang juga mengamini perihal tersebut. Penampilan Salsabila sukses membikin mereka terharu hingga meneteskan air mata, termasuk salah satunya Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta.
"Saya mau tanya sama bapak-ibu sekalian, tadi (Salsabila) baca puisinya bagus enggak?" tanya Gus Ipul kepada para tamu dan peserta open house.
"Bagus," jawab mereka serentak.
"Ada nan menangis enggak tadi" tanya Gus Ipul lagi.
"Ada," jawab para tamu dan peserta open house serentak.
"Pada menangis semua, pak. Persis sama Pak Kapolres juga menangis," ungkap Gus Ipul.
Salsabila dan ibunya, Nurmaida pun sempat berbincang dengan Gus Ipul. Dalam kesempatan itu, Salsabila mengaku belajar membaca puisi secara otodidak dan sejak lama menyukai perihal itu.
"Belajar sendiri, pak, di rumah. Dari dulu suka baca puisi," ujar Salsabila nan bercita-cita mau menjadi pengusaha.
Orangtua Salsabila, Nurmaida mengungkapkan bahwa anaknya semakin percaya diri sejak berguru di SRMP 3 Pekanbaru. Ia pun berterimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto nan telah menggagas program Sekolah Rakyat bagi anak-anak kurang mampu.
"Saya sangat berterimakasih kepada Pak Prabowo, pada bapak (Menteri Sosial Saifullah Yusuf) sudah memberi waktu untuk anak saya (menimba) pengetahuan di sini. Mungkin jika enggak di sini, anak saya mungkin enggak sekolah lagi, pak, lantaran kemarin terkendala sedikit dengan ekonomi," ungkap Nurmaida.
Berikut isi puisi nan Salsabila bacakan saat tampil pada aktivitas open house Sekolah Rakyat Pekanbaru:
Aku anak Pekanbaru. Hidup di rumah kecil. Meski dapur kami sederhana, tapi angan Emak selalu panjang.
Emak sering berkata, “Sabarlah, Nak… pelan-pelan awak sampai juga.”
Di tepi Sungai Siak, aku belajar dari air nan mengalir. Yang tidak gaduh, tapi terus berjalan. Siak mengajarkan kepadaku: anak mini pun boleh punya tujuan jauh.
Dulu saya sering bertanya, apakah sekolah punya pintu untuk anak seperti aku?
Lalu datang Sekolah Rakyat. Bukan hanya gedung. Bukan hanya seragam. Tapi tangan negara yang membuka jalan masa depan.
Di sini saya belajar ilmu. Aku belajar adab. Aku belajar disiplin, hormat, dan cinta Indonesia.
Terima kasih, Presiden Prabowo Subianto. Karena telah memandang kami, anak-anak rakyat nan mau tumbuh.
Kini, jika Emak bertanya, “Nak, hendak jadi apa awak nanti?” Aku bakal menjawab dengan tegak: Aku mau berguna. Untuk orang tua. Untuk Indonesia.
Biarlah Sungai Siak menjadi saksi. Dari rumah mini nan dulu sunyi, hari ini saya berdiri membawa janji: Kami bakal belajar, berjuang dan membuktikan, bahwa anak rakyat juga bisa sampai jauh
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·