Jakarta -
Buntut kejadian maut kereta di Bekasi, Jawa Barat, operator taksi online asal Vietnam Green SM dievaluasi Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan telah meminta Ditjen Perhubungan Darat untuk menemui pihak Green SM dan melakukan pertimbangan mendalam.
"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk berjumpa dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Rencana Dudy mengevaluasi taksi online dengan armada warna hijau itu sudah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat telah menyampaikan bakal mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," tulis keterangan resmi di unggahan IG @sekretariat.kabinet.
Green SM diduga menjadi penyebab kecelakaan maut kereta api di Bekasi, Jawa Barat. Dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan, kejadian kecelakaan maut diduga bermulai ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan sebidang.
Nah taksi nan ditabrak itu merupakan taksi Green SM di perlintasan sebidang JPL 85. Kabarnya taksi tersebut menerobos perlintasan ketika kereta mau lewat.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL kudu dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 lantaran berakhir berdinas dan melangkah di luar agenda reguler.
Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 nan mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, naas KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berakhir sepenuhnya sehingga terlibat kejadian dengan KA PLB 5568 nan sedang berhenti.
Kemenhub Panggil Green SM
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil manajemen Xanh SM alias Green SM buntut kejadian kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek nan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Pemanggilan tersebut untuk menjelaskan kejadian taksi listrik nan terhenti di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, dan kondisi ini diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta-Cikarang.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan mengatakan telah membentuk tim unik untuk mendalami keterlibatan taksi hijau tersebut.
Selain itu, tim ini juga bakal memeriksa perizinan dan kelengkapan manajemen operasional taksi Green SM.
"Kami telah membentuk tim unik ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional pikulan umum. Karena prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran bakal ditindak sesuai ketentuan," jelas Aan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).
Green SM Buka Suara
Dalam pernyataannya di IG @id.greensm, operator taksi listrik tersebut menyampaikan duka mendalam dan belangsungkawa kepada family korban. Green SM Indonesia meletakkan perhatian pada kejadian tersebut.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada family dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami meletakkan perhatian atas kejadian ini dan berambisi seluruh pihak nan terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis pernyataan resmi Green SM Indonesia.
Green SM Indonesia menyatakan saat ini, peristiwa tersebut tetap dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan. Pihaknya memastikan bakal terus berkoordinasi dengan pihak berwenang.
"Saat ini, kejadian tersebut tetap dalam proses investigasi dan belum terdapat konklusi resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas mengenai dengan menyampaikan info nan relevan serta mendukung jalannya investigasi," tambahnya.
Green SM Indonesia menyatakan bakal berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan jasa secara berkelanjutan. Keselamatan dan transparansi menjadi prioritas utama.
"Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional nan ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," jelasnya.
(hal/hns)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·