Dukung Swasembada Pangan, Syngenta Luncurkan Fungisida Terbaru

Sedang Trending 16 jam yang lalu
Dukung Swasembada Pangan, Syngenta Luncurkan Fungisida Terbaru Ilustrasi(Dok spesial )

SYNGENTA Indonesia meluncurkan fungisida terbaru MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (4/6). Peluncuran ini menjadi tonggak krusial lantaran Indonesia tercatat sebagai negara pertama di bumi nan memperkenalkan teknologi ADEPIDYN™ unik untuk budidaya padi.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan MIRAVIS Duo® dikembangkan untuk menjawab kebutuhan petani terhadap solusi pengendalian penyakit tanaman nan lebih efektif di tengah tantangan perubahan suasana dan cuaca nan semakin susah diprediksi.

“MIRAVIS Duo® untuk padi merupakan bentuk komitmen Syngenta dalam menghadirkan penemuan nan menjawab tantangan nyata di lapangan. Kami mau membantu petani meningkatkan hasil panen, mempercepat mengambil teknologi pertanian, serta memperkuat kerjasama untuk mewujudkan pertanian nan lebih produktif dan berkelanjutan,” kata dia dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (4/6).

Produk berbasis teknologi ADEPIDYN™ tersebut diklaim bisa memberikan perlindungan penyakit nan kuat dan konsisten, menjaga tanaman tetap sehat, serta meningkatkan potensi hasil panen. Teknologi ini juga mempunyai daya tahan terhadap hujan dengan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi. Ia menjelaskan MIRAVIS Duo® mempunyai tiga kelebihan utama.

Pertama, menghasilkan gabah sehat berkilau melalui perlindungan tanaman nan sigap diserap dan merata ke seluruh bagian tanaman dalam waktu enam jam.

Kedua, menjaga daun bendera tetap hijau dan bersih sehingga mendukung proses fotosintesis nan lebih optimal.

Ketiga, meningkatkan produktivitas lantaran tanaman terlindungi lebih baik dari serangan penyakit. Peluncuran MIRAVIS Duo® mendapat support dari pemerintah wilayah lantaran dinilai sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan budidaya padi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, mengatakan penemuan perlindungan tanaman menjadi semakin krusial di tengah meningkatnya akibat serangan penyakit akibat perubahan pola cuaca.

“Kami menyambut baik hadirnya teknologi nan dapat membantu petani mengelola akibat penyakit tanaman. Harapannya, teknologi ini digunakan sesuai rekomendasi sehingga produktivitas dan kualitas panen padi di Cilacap dapat terus meningkat,” tutur Sigit.

Cilacap dipilih sebagai letak peluncuran lantaran merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia. Produksi padi wilayah tersebut diperkirakan mencapai 855.042 ton gabah kering giling (GKG), dengan surplus beras lebih dari 321 ribu ton pada 2025.

Sekitar 500 petani menghadiri peluncuran produk tersebut dan mengikuti demonstrasi langsung di lahan percontohan. Sejumlah petani nan telah mencoba produk itu mengaku merasakan peningkatan kualitas tanaman dan hasil panen.

"Saya menggunakan MIRAVIS Duo® saat tanaman berumur 55 hari setelah tanam dengan dosis 300 ml per hektare. Setelah aplikasi, gabah terlihat lebih sehat dan berkilau, daun lebih hijau dan bersih, serta hasil panen meningkat dibanding musim sebelumnya,” kata Musodik, petani padi asal Cilacap.

Setelah diperkenalkan di Cilacap, Syngenta berencana memperluas peluncuran MIRAVIS Duo® ke sejumlah sentra produksi beras lainnya di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan sasaran swasembada beras. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia