Video tindakan penyerangan oknum suporter bola terhadap para suporter Persib nan tengah melakukan syukuran di sebuah rumah nan di Kabupaten Serang, Banten, viral di media sosial.
Dalam video, terlihat sejumlah orang nan mengenakan kaus bertuliskan suporter klub sepak bola dengan membawa kayu dan balok mencoba merangsek dan menyerang para pendukung Persib nan ada di dalam rumah tersebut.
Diketahui, kejadian tersebut terjadi pada Minggu malam (7/6). Penyerangan itu melukai dua suporter Persib dan mengakibatkan korban dari pihak penduduk sipil, termasuk balita berumur 2 tahun nan dilaporkan terinjak-injak saat kericuhan berlangsung.
Ketua Viking Serang Banten Ogi Pratama, saksi sekaligus korban, Ogi Pratama menuturkan, saat itu dirinya tengah bersilaturahmi ke rumah personil suporter untuk melakukan syukuran atas keberhasilan Persib menjuarai Liga Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Namun, lanjut Ogi, ketika momen bermohon menjelang bancakan (makan bersama), tiba-tiba sekitar pukul 12 malam, ada rombongan oknum suporter lain sebanyak 20 motor datang dan melakukan provokasi dengan mencoba mencopot bendera nan terpasang di depan rumah.
"Itu ada ketuanya juga inisial R," kata Ogi kepada wartawan, Selasa (9/6).
Sejumlah personil suporter Persib mengalami luka-luka. Bahkan, anak Ogi nan tetap berumur 2 tahun sempat terinjak-injak akibat kericuhan nan terjadi.
"Korbannya 2 orang, sobek di bibir sama memar di pelipis. Sama istri dan anak saya nan berumur 2 tahun itu pas kejadian jatuh terus keinjek. Sama nan umur 7 tahun kena mental, nangis terus lantaran syok ada penyerangan itu," ungkapnya.
"Jadi anak saya jatuh langsung dipeluk korban, darahnya jatuh ke anak saya," sambung Ogi.
Dikatakan Ogi, pihaknya langsung melakukan visum terhadap korban luka ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk selanjutnya melaporkan tindakan penyerangan ke pihak kepolisian.
"Langsung visum, dan sudah membikin laporan juga," kata Ogi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban. Menurutnya, saat ini pihaknya tetap melakukan penyelidikan terhadap tindakan kekerasan oknum suporter tersebut.
"Sudah lapor ke Polda Banten, kami lakukan penyelidikan dan mencari nan melakukan pemukulan," kata Maruli.
Maruli mengimbau agar seluruh komponen masyarakat dapat menjaga kondusivitas dengan tidak melakukan hal-hal nan mengganggu ketertiban dan kenyamanan umum, terutama melakukan tindakan kekerasan nan masuk ke dalam ranah pidana.
"Kita sampaikan kepada masyarakat untuk menjaga diri, tidak boleh ada penganiayaan, pemukulan dan perbuatan nan mencederai emosi orang lain," tandas Maruli.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·