Moms, pernahkah Anda cemas saat memandang si mini bernapas lebih sigap dari biasanya? Apalagi jika anak sedang flu, batuk, alias mempunyai riwayat gangguan pernapasan seperti asma.
Sebelum panik, ada langkah nan bisa dilakukan di rumah untuk mengetahui apakah laju napas anak tetap dalam pemisah normal alias perlu segera dibawa ke rumah sakit.
Dokter Spesialis Anak, dr. Nitish Adnani, Sp.A, menjelaskan salah satu langkah awal nan bisa dilakukan orang tua saat berprasangka anak mengalami sesak napas adalah menghitung laju napasnya terlebih dahulu.
Cara Menghitung Laju Napas Anak di Rumah
Untuk langkah menghitung laju napas anak, dr. Nitish menyarankan orang tua meletakkan tangan di atas perut bayi alias anak saat dia dalam kondisi tenang. Setelah itu, hitung berapa kali perut naik dan turun selama satu menit.
"Yang paling mudah letakkan tangan di atas perut bayi, lampau lihat berapa kali dia tarik dan buang napas. Satu kali tarik dan buang napas dihitung sebagai satu kali napas," jelasnya pada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Laju napas normal berbeda-beda sesuai usia anak. Menurut dr. Nitish, berikut pemisah normal napas per usia, Moms.
"Kalau untuk anak bayi usia 0-3 bulan, laju napasnya normalnya 30-60 kali per menit. Untuk bayi usia 3-6 bulan, normalnya 30-45 kali per menit," ujar dr. Nitish.
Sementara itu, untuk bayi usia 6-12 bulan, laju napas normal berada di kisaran 25-40 kali per menit. Sedangkan pada anak usia 1-3 tahun, laju napas normalnya sekitar 20-30 kali per menit.
Kenali Tanda Bahaya Pernapasan pada Anak
Selain menghitung laju napas, Anda juga perlu mengenali beberapa tanda ancaman nan menunjukkan anak mungkin mengalami gangguan pernapasan.
Tanda-tanda sebagai berikut:
Napas cuping hidung, ialah kondisi ketika hidung tampak kembang-kempis saat anak bernapas
Retraksi dada alias tarikan pada tembok dada, baik di sela-sela tulang rusuk maupun di area antara dada dan perut
Napas anak tampak jauh lebih sigap dibanding biasanya.
Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut, terutama jika disertai anak tampak lemas alias kesulitan bernapas, jangan menunda untuk membawanya ke akomodasi kesehatan terdekat.
"Kalau ada tanda darurat gawat napas, jangan lupa untuk segera dibawa ke akomodasi kesehatan," tegas dr. Nitish.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·