, MEDAN, – Tokoh nasional Surya Paloh membujuk seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat karakter bangsa dan menjaga kerakyatan nan sehat. Langkah ini dinilai krusial demi mewujudkan Indonesia nan lebih kuat dan maju pada masa mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Surya Paloh dalam aktivitas peluncuran kitab Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme di Medan, Jumat malam. Buku tersebut diluncurkan sebagai bingkisan ulang tahunnya nan ke-75.
"Saya percaya kita semua mempunyai tujuan nan sama, ialah memandang Indonesia menjadi bangsa nan lebih maju dan lebih kuat," ujar Ketua Umum Partai Nasdem itu.
Kunci Kemajuan Bangsa
Surya Paloh menekankan bahwa Indonesia mempunyai modal besar berupa kekayaan alam, letak geografis strategis, garis pantai panjang, tanah subur, hingga jumlah masyarakat nan besar. Semua potensi itu kudu dimanfaatkan dengan baik untuk mencapai kesejahteraan.
Namun, dia mengingatkan bahwa sumber daya alam tidak bakal berfaedah tanpa support sumber daya manusia nan berkualitas. "Kekayaan alam tidak bakal berfaedah andaikan tidak didukung oleh manusia nan mempunyai karakter, integritas, etos kerja, disiplin, sportivitas, dan rasa tanggung jawab," tegasnya.
Menurutnya, perubahan mentalitas bangsa menjadi kunci kemajuan nan kudu dibangun bersama. Ia menyakini Indonesia bakal menjadi bangsa nan lebih kuat dan maju jika seluruh komponen masyarakat bergandeng tangan memperkuat karakter kebangsaan dalam berdemokrasi.
"Kita kudu berani memandang kelebihan dan kekurangan bangsa ini secara objektif. Dengan begitu saya optimistis Indonesia bakal menjadi negara nan lebih baik di masa depan," kata Surya Paloh.
Makna Suryapalohisme
Dalam kesempatan itu, Surya Paloh mengapresiasi peluncuran kitab nan mengupas pendapat Suryapalohisme. Ia menyebut pendapat tersebut sebagai penghargaan atas nilai dan pemikiran nan selama ini dijalankannya dalam berorganisasi, berpolitik, dan berbangsa.
"Apapun namanya, saya memandang ini sebagai penghargaan nan sangat berfaedah bagi saya. Tentu ini menjadi motivasi untuk terus melakukan dan memberikan nan terbaik," ujarnya.
Penulis buku, Iskandar ST, menjelaskan bahwa Suryapalohisme bukanlah ideologi baru pengganti ideologi kebangsaan. Konsep ini merupakan kerangka nilai nan bertumpu pada empat pilar utama.
"Ini tertumpu pada empat pilar seperti restorasi nilai, nasionalisme inklusif, integritas moral, dan idealisme berkeadilan," ujar Iskandar.
Ia menegaskan bahwa pendapat tersebut bukan sekadar konsep, melainkan perjuangan dan dedikasi nan telah diwujudkan Surya Paloh dalam tindakan nyata. "Surya Paloh datang sebagai cahaya. Suryapalohisme adalah konsistensi antara pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam menggerakkan perubahan melalui semangat restorasi menuju masyarakat nan setara dan makmur," sebutnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·