Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) buka bunyi mengenai keringnya Sungai Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim) nan berpotensi mengganggu arus logistik. Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengatakan kondisi Sungai Mahakam saat ini menjadi perhatian khusus.
Kementerian PU melalui BWS Kalimantan IV terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di sejumlah Pos Duga Air di Kaltim.
"Berdasarkan info per 31 Agustus 2026, beberapa titik di bagian hulu dan tengah Sungai Mahakam menunjukkan Tinggi Muka Air nan sangat rendah, apalagi pada beberapa letak berada di bawah rentang Tinggi Muka Air normal dan mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya," jelas Diana kepada kumparan, Kamis (3/9).
Diana mencontohkan, saat ini penuruan TMA paling rendah terjadi di Pos Duga Air Long Iram, TMA tercatat 0 meter, Ujoh Bilang 0,07 meter, Pela 0,06 meter, Kota Bangun 0,12 meter, dan Muara Kaman 1,48 meter.
Diana mengatakan salah satu nan perlu diantisipasi adalah dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Penurunan TMA dapat menyebabkan kedalaman alur sungai semakin dangkal, sehingga berpotensi memengaruhi kelancaran transportasi sungai.
"Ini menjadi krusial lantaran Sungai Mahakam tetap mempunyai kegunaan strategis sebagai jalur transportasi dan pengedaran logistik, terutama untuk wilayah Mahakam Ulu," tutur Diana.
Dampak ke Pasokan Energi
Diana membenarkan bahwa pikulan komoditas energi, seperti BBM dan batu bara, secara prinsipnya dapat terpengaruh oleh penurunan muka air dan pendangkalan alur nan mendisrupsi operasional transportasi sungai.
Hanya saja, lanjut dia, untuk menyampaikan sejauh mana pengaruhnya terhadap kapabilitas pikulan alias volume pengedaran batu bara dan BBM, pemerintah perlu memandang info operasional dan kondisi masing-masing alur serta berkoordinasi dengan lembaga dan pihak terkait.
"Kami tidak mau menyimpulkan lebih jauh hanya berasas info Tinggi Muka Air, nan saat ini dapat kami pastikan dari sisi Kementerian PU adalah bahwa beberapa titik memang menunjukkan Tinggi Muka Air nan sangat rendah, dan kondisi tersebut perlu diantisipasi lantaran berpotensi mengganggu transportasi sungai dan pengedaran logistik," tegas Diana.
Diana menekankan pemantauan tetap dilakukan oleh Kementerian PU, terutama untuk memastikan mobilitas masyarakat di sekitar Sungai Mahakam tetap terjaga.
"Kami terus melakukan pemantauan dan meminta teman-teman BWS Kalimantan IV untuk memandang kondisi aktual di lapangan, khususnya pada jalur-jalur nan mempunyai kegunaan krusial bagi mobilitas masyarakat dan pengedaran logistik di Kalimantan Timur agar tetap terjaga," tutur Diana.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan pemerintah tidak membatasi produksi batu bara. Disrupsi pasokan diakibatkan surutnya sungai-sungai besar di Kaltim.
"Bukan lantaran dibatasi produksinya lantaran air untuk ngalirin tongkangnya enggak ada air," ungkapnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Rabu (3/9).
Sungai memang menjadi salah satu jalur logistik krusial di wilayah Kalimantan. Setelah mengecek kondisi pasokan batu bara di Kaltim, Yuliot membenarkan bahwa tongkang-tongkang untuk sementara tidak bisa melewati sungai nan mengering.
"Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan Timur. Ya justru, ya lantaran sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan," tegas Yuliot.
Kekeringan sungai di Kalimantan tak hanya berakibat pada mobilitas pikulan batu bara. Kementerian ESDM juga mengidentifikasi kelangkaan BBM nan terjadi di Kalimantan disebabkan oleh sungai nan surut, sehingga menjadi hambatan bagi kapal pengedaran energi.
“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini, sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal nan biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).
Laode menyampaikan persoalan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk-truk pengiriman BBM nan menggunakan jalur darat. Akan tetapi, volume angkut truk pengiriman BBM tidak sebesar pikulan sungai.
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·