Sumatra Blackout, Kampung yang Biasa Ramai Mendadak Sepi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pemadaman listrik serentak terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat (22/5/2026) malam. Pemadaman listrik ini membikin aktivitas penduduk terganggu.

Sejumlah penduduk mengeluhkan kondisi rumah mereka nan gelap gulita, udara nan mulai terasa panas akibat kipas angin mati, hingga sulitnya mengisi daya telepon genggam saat listrik belum juga menyala.

Jamaril (56), penduduk Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mengatakan listrik di wilayahnya padam sejak selepas Magrib dan hingga pukul 21.03 WIB malam ini, listrik juga tak kunjung menyala.

“Tadi lenyap Magrib sekitar jam separuh 8 meninggal lampu dan sampai sekarang juga belum menyala listriknya,” kata Jamaril kepada Liputan6.com, Jumat (22/5/2026).

Jamaril bilang tidak mengetahui apa penyebab pemadaman listrik tersebut. Namun, kondisi kampung nan biasanya ramai pada malam hari mendadak berubah sunyi akibat seluruh area gelap.

“Jadinya sekarang gelap gulita semua. Padahal jam segini biasanya kampung sini ramai, ini sekarang sepi,” ujar dia.

Menurut Jamaril, pemadaman listrik membikin banyak aktivitas rumah tangga terhambat, mulai dari kebutuhan air hingga memasak.

“Mau cas HP tidak bisa, terus udara panas lantaran menyalakan kipas angin tidak bisa. Banyak aktivitas nan terganggu, mau masak nasi tidak bisa. Itu kan satu kebutuhan,” tutur Jamaril.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Juliya (28), penduduk Embacang Limus, Kecamatan Pancung Soal, Pessel, Sumbar. Ia mengatakan listrik padam saat dirinya tengah menyetrika busana selepas Magrib.

“Sekarang meninggal lampu semua, tapi saya tahu meninggal lampunya se-Sumbar. Pokoknya meninggal lampu abis maghrib ketika saya sedang menyetrika,” kata Juliya.

Menurut Juliya, pemadaman nan sekarang sudah berjalan nyaris dua jam itu membikin kondisi rumah menjadi tidak nyaman lantaran suhu udara terasa panas dan perangkat elektronik tidak bisa digunakan.

“Karena sekarang sudah meninggal nyaris dua jam, ini menyusahkan sih. Di rumah jadi panas lantaran tidak bisa menghidupkan kipas angin, di tambah sekarang hp saya sudah nyaris lenyap baterainya, semoga listrik sigap hidup,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita