Jakarta - Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Yane Ardian Bima Arya memantau mobilisasi dan monitoring intervensi imunisasi zero dose di Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerjasama TP PKK Pusat dan TP PKK wilayah dalam menangani anak zero dose, ialah anak nan belum pernah menerima satu pun dosis imunisasi dasar rutin.
Dalam kunjungannya, Yane mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung berbareng TP PKK nan menargetkan capaian intervensi hingga 100 persen dalam waktu satu separuh bulan.
"Saya cukup senang ketika mendengar begitu komitmen Ibu Gubernur beserta dengan rekan-rekan nan dalam waktu satu separuh bulan targetnya 100 persen. Bismillah ya kondusif ya, bisa, insyaallah kita doain. Tapi sudah mencapai di atas 90 saja, 90 persen itu sudah sangat luar biasa," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).
Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Acara Ramah Tamah Agenda Kunjungan PKK di Provinsi Lampung, di Rumah Dinas Gubernur Mahan Agung, Senin (11/5/2026).
Yane menjelaskan kunjungan tersebut bermaksud untuk melakukan monitoring dan pertimbangan program zero dose agar tidak ada lagi anak nan belum memperoleh imunisasi.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan menggandeng TP PKK turun langsung ke masyarakat, khususnya di wilayah dengan nomor zero dose nan tetap tinggi, guna memberikan intervensi dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, peran TP PKK krusial dalam mendukung upaya pemerintah menekan beragam persoalan sosial, termasuk peningkatan kesehatan anak. Hal itu didukung oleh keberadaan kader TP PKK nan aktif hingga tingkat akar rumput.
"Nah, inilah peran PKK nan sangat strategis dengan 10 program pokoknya nan bisa membantu pemerintah untuk menurunkan angka-angka kejadian sosial tersebut. Saya sangat mengapresiasi ketua Tim Penggerak PKK di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Ia menambahkan, kader-kader TP PKK berkontribusi krusial dalam mendukung beragam program pemerintah. Karena itu, pembinaan dan edukasi perlu terus dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga dasawisma agar intervensi nan dilakukan dapat menjangkau masyarakat secara luas.
"Dengan kita turun ke Provinsi Lampung, kelak dari provinsi melakukan edukasi terus ke kota, kabupaten, lampau ke kecamatan, kelurahannya, sampai ke dasawisma. Tujuan kita untuk meningkatkan derajat kesehatan," pungkasnya.
Sebagai informasi, aktivitas tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Staf Ahli Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Marlina La Ode Ahmad, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal, serta jejeran pengurus TP PKK Provinsi Lampung. (akd/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·