100 Tahun Jam Gadang, Fadli Zon: Simbol Sejarah dan Identitas Bukittinggi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Simbol Sejarah dan Identitas Bukittinggi Peringatan 100 Tahun Jam Gadang(MI/Despian Nurhidayat)

PERINGATAN 100 Tahun Jam Gadang menjadi puncak rangkaian aktivitas nan memposisikan Jam Gadang sebagai simbol sejarah, budaya, pariwisata, dan identitas Kota Bukittinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat menghadiri malam puncak seremoni nan berjudul “Jam Gadang Cultural Night”. 

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan Jam Gadang bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga penanda zaman. Jam Gadang telah melewati era kolonial, pergerakan, kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, pembangunan, dan kedepannya menjadi saksi lahirnya Generasi Indonesia Emas tahun 2045.

Dia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan satu abad Jam Gadang, nan berjalan di tengah kebijakan efisiensi dan situasi dunia dapat terlaksana melalui semangat kerjasama dan gotong royong. Oleh lantaran itu Fadli Zon memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, pemerintah kota, sektor swasta, korporasi, serta para perseorangan nan mendukung penyelenggaraan aktivitas ini. 

“Kebudayaan adalah sumber kekuatan kita. Kita adalah negara nan mempunyai keberagaman luar biasa, alias mega diversity. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, kekayaan budaya kita sangat besar. Termasuk Minangkabau dengan beragam ekspresi dan nilai budayanya,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Minggu (21/6).

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon sampaikan rasa bangganya terhadap salah satu warisan budaya Indonesia ini.

“Selamat atas peringatan dan seremoni 100 tahun Jam Gadang. Semoga peringatan ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga menghidupkan rasa bangga kita terhadap budaya,” ucapnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan seremoni 100 Tahun Jam Gadang telah dimulai dengan beragam aktivitas pendukung mulai dari 3 hingga 21 Juni 2026. 

“Malam hari ini merupakan malam puncak peringatan nan telah kita nantikan. Kita bakal meneguhkan kembali, memandang bumi sejarah, memperkuat kecintaan kita terhadap budaya, dan menegaskan posisi Bukittinggi sebagai salah satu pusat kebudayaan krusial di Indonesia,” lanjutnya.

Di lain pihak. Wakil Gubernur Provinsi Sumatra Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan bahwa melalui ulang tahun ke-100 Jam Gadang nan merupakan simbol perjuangan, simbol perlawanan, dan simbol kekuatan besar Republik Indonesia dapat terus dikenang. 

“Semoga dengan seremoni ini kisah-kisah perjalanan Jam Gadang sebagai saksi sejarah Republik Indonesia semakin dikenal,” ucapnya.

Kementerian Kebudayaan berambisi melalui momentum berhistoris ini tidak hanya menjadi seremoni atas berdirinya sebuah ikon kota, tetapi juga menjadi pengingat bakal perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan hingga perjalanan pembangunan bangsa pada masa kini.

Peringatan ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan akar peradaban nan panjang dan kekayaan budaya nan luar biasa. Keragaman budaya nan diwariskan dari generasi ke generasi merupakan kekayaan bangsa nan sesungguhnya, nan kudu terus dijaga, dikembangkan, dan dimajukan sebagai kekuatan Indonesia di tengah peradaban dunia. (Des)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia