SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Kuartal I-2026

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |19:58 WIB

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Kuartal I-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) terus mencatat keahlian positif secara konsolidasi maupun bank saja pada Triwulan I-2026, nan ditopang oleh upaya kerjasama Perseroan dengan anak upaya untuk melayani beragam berbagai segmen ritel dan bisnis.
 
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan bahwa keahlian pada periode tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran angsuran pada Triwulan I-2026 dan penguatan struktur pendanaan.

“Pertumbuhan angsuran nan tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami nan selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelas Henoch dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

SMBC Indonesia mencatatkan penyaluran angsuran sebesar Rp191,8 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 2,0% secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, antara lain angsuran korporasi dan komersial nan tumbuh 4,1% yoy, angsuran dari Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 12,0% yoy, serta pembiayaan Grup OTO nan meningkat 5,0% yoy. Pembiayaan oleh BTPN Syariah juga turut tumbuh 3,7% yoy. 
 
Perseroan secara konsolidasi juga sukses menurunkan biaya angsuran 7,9% yoy menjadi Rp1,2 triliun seiring dengan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan praktik manajemen akibat angsuran nan jeli dan proaktif, serta menjaga tingkat persediaan nan memadai demi menjaga kualitas portofolio.
 
Sejalan dengan itu, total aset SMBC Indonesia meningkat 4,1% yoy menjadi Rp250,0 triliun per akhir Maret 2026, didukung oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2% yoy, terutama dari penempatan pada surat berharga. Laba bersih setelah pajak (konsolidasi) nan diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar. Sementara itu, untung bersih setelah pajak bank saja menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,5% yoy menjadi Rp221 miliar, mencerminkan keahlian inti Bank nan tetap solid.
 
Kinerja anak upaya turut memberikan kontribusi positif terhadap keahlian konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatat untung bersih sebesar Rp319 miliar pada Triwulan I-2026, tumbuh 2,8% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun. Sementara itu, Grup OTO membukukan untung bersih sebesar Rp113 miliar, melonjak 45,5% yoy.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com