Jakarta, CNN Indonesia --
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengungkapkan sejumlah perbaikan dan pembaruan dalam penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026.
Inovasi tersebut mencakup penyempurnaan sistem penilaian, penguatan sistem pengawasan hingga penambahan kategori penghargaan guna meningkatkan kualitas kompetisi.
Salah satu perubahan nan diterapkan adalah penggunaan sistem monitoring nan memungkinkan majelis juri dan panitia melakukan peninjauan ulang andaikan terjadi perbedaan pandangan dalam proses penilaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan ulang dilakukan dengan langkah memandang rekaman ulang dari momen nan dipermasalahkan, seperti sistem VAR dalam sepak bola nan memungkinkan wasit untuk meninjau rekaman video sebelum memutuskan alias membatalkan keputusan terhadap suatu kejadian nan terjadi di lapangan.
"Dalam kejuaraan LCC sekarang ada sistem monitoring. Apabila ada persoalan alias ketidaksepahaman dalam penilaian, kita bisa memandang rekam ulangnya. Kemudian, kami juga melibatkan lebih banyak juri daerah," kata Titi sapaan akrabnya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/6).
Hal itu disampaikan Titi usai menyerahkan piala dan lencana kepada SMAN 2 Katingan Kuala sebagai Juara I LCC Empat Pilar MPR RI tingkat SMA se-Provinsi Kalimantan Tengah di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya, Sabtu (13/6).
Menurutnya, pertimbangan menyeluruh dilakukan terhadap beragam aspek teknis perlombaan agar penyelenggaraan LCC berjalan lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
Selain itu, MPR RI mewajibkan seluruh majelis juri menggunakan headphone monitor selama perlombaan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap jawaban peserta dapat terdengar dengan jelas sehingga meminimalkan potensi kesalahan penilaian.
"Banyak teknis lomba nan kami evaluasi. Sekarang juri juga kudu menggunakan headphone. Itu menjadi tanggungjawab agar lebih jelas mendengarkan jawaban-jawaban peserta," ujarnya.
Penyelenggaraan LCC saat ini juga menghadirkan kategori baru, ialah apresiasi yel-yel terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta nan bisa menampilkan produktivitas dan semangat kebangsaan melalui yel-yel nan dibawakan pada awal lomba.
Titi menjelaskan penilaian tidak hanya berfokus pada semangat nan ditunjukkan peserta, tetapi juga memperhatikan unsur budaya daerah, nasionalisme serta keahlian memadukan penggunaan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing secara tepat.
"Yel-yel ini sekarang kami nilai dengan angan para peserta menampilkan kreasi nan berbau kedaerahan, nasional, dan internasional. Saya pribadi memandang penggunaan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa Indonesia nan baik dari materi nan ditampilkan," tuturnya.
Pada LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, apresiasi yel-yel terbaik di babak penyisihan 1 diberikan kepada SMAN 1 Pangkalan Bun, apresiasi yel-yel terbaik di babak penyisihan 2 diberikan kepada SMAN 1 Kuala Kurun, dan apresiasi yel-yel terbaik di babak penyisihan 3 diberikan kepada SMAN 1 Buntok.
Titi mengharapkan kategori tersebut dapat terus dipertahankan hingga penyelenggaraan grand final LCC Empat Pilar MPR RI di Jakarta sebagai ruang bagi peserta untuk mengekspresikan produktivitas sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan.
"Harapannya, apresiasi yel-yel terbaik ini nantinya bakal terus dilakukan sampai grand final di Jakarta," katanya.
Perbaikan ini dilakukan setelah terjadi polemik nasional dalam final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) beberapa waktu lalu.
Polemik dipicu oleh majelis juri nan juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban nan sama. Saat itu, peserta Grup C dari SMAN 1 Pontianak yang menekan bel terlebih dulu dan dipersilakan untuk menjawab, mendapat nilai -5.
Saat pertanyaan dibacakan kembali dan Grup B dari SMAN 1 Sambas menjawab pertanyaan itu, majelis juri memberikan nilai 10 padahal jawaban Grup B sama dengan nan disampaikan lebih dulu oleh Grup C.
Polemik ini memantik kritik masyarakat, hingga membuat MPR menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
(antara/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·