Siap-Siap, RI Punya BBM Baru B50 Bulan Depan!

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan biodiesel 50% alias B50 bakal mulai bertindak secara nasional pada mulai bulan depan. Langkah itu diambil setelah serangkaian pengetesan penggunaan B50 di beragam sektor menunjukkan hasil nan positif.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut bahwa seluruh rangkaian uji coba tersebut membuktikan performa B50 cukup andal untuk segera digunakan secara luas. Dengan pengetesan tersebut, pemerintah semakin siap untuk menjalankan penerapan bahan bakar campuran nabati mulai 1 Juli 2026.

"Sebelumnya sekarang nan sedang melangkah adalah 40%, dan Juli mendatang kita bakal meningkatkannya menjadi 50% sehingga kita bisa mencapai situasi di mana kita tidak lagi mengimpor minyak solar lagi," jelasnya dalam aktivitas The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Selasa (2/6/2026).

Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan tahap akhir uji jalan (road test) nan mencakup sektor otomotif, perangkat berat pertambangan, hingga transportasi laut. Hasil uji sejauh ini membuktikan bahwa penggunaan B50 tetap menjaga stabilitas mesin dan tidak menimbulkan gangguan pada komponen kendaraan.

"Nah kemarin cold start engine saya di Bromo itu sudah bagus kurang dari satu detik apalagi 0,8 detik. Nah ini kelak kan kita sudah sukses di sisi otomotif itu kan berfaedah high speed engine sudah berhasil," ungkapnya di sela acara.

Keberhasilan uji mesin di suhu rendah seperti area Bromo menjadi parameter krusial bagi kesiapan teknis B50 sebelum diedarkan ke pasar. Pihaknya menyimpulkan jika operasional pada mesin berkecepatan tinggi telah sukses, maka penerapan pada mesin kecepatan rendah seperti genset dan kereta api bakal lebih mudah dilakukan.

"Sehingga kita berkesimpulan bisa dimandatorikan di 1 Juli, Insya Allah," kata Eniya.

Di sisi lain, pemerintah juga berencana meluncurkan mandatori bensin kombinasi etanol sebesar 5% alias E5 secara berbarengan di letak tertentu. Kebijakan bauran daya tersebut diharapkan dapat menekan nomor impor bensin secara berjenjang seiring dengan peningkatan kapabilitas produksi etanol dari bahan baku lokal.

"Mandatori untuk E5 itu oke untuk kelak dikeluarkan Kepmen alokasi volume. Tetapi pengarahan dari beliau (Menteri ESDM) adalah kudu lokal. Bahan baku lokal nan menyatakan bisa untuk deliver fuel grade ke kami adalah 26.000 dari tiga perusahaan," pungkasnya.

Berdasarkan info Kementerian ESDM, penerapan program B50 nan ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan sasaran penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter alias sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.

Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan pengedaran di beragam wilayah.

Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti perangkat berat dan perkeretaapian bakal selesai berjenjang hingga akhir tahun. Dengan hasil uji sementara nan menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap memperkuat kemandirian daya nasional.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News